Cerita Alkitab
Cerita Alkitab tentang Yusuf yang Ganteng Digoda Istri Potifar
Simak cerita Alkitab tentang Yusuf anak Yakub yang ganteng kemudian digoda oleh istri Potifar.
Penulis: Tirza Ponto | Editor: Tirza Ponto
TRIBUNMANADO.CO.ID - Cerita Alkitab ini mengenai Yusuf dan istri Potifar yang terdapat dalam Kejadian 39:1-23.
Perjalanan kehidupan Yusuf sangat panjang. Penuh rintangan dan tantangan.
Yusuf dibeli oleh Potifar dan dibawa ke Mesir.
Baca juga: Cerita Alkitab Perumpaan Domba yang Hilang, Gembala Pilih Tinggalkan 99 Domba & Cari yang Tersesat

Potifar merupakan seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja.
Tuhan pun terus menyertai kehidupan Yusuf.
Dalam ayat Alkitab Kejadian 39:2 menyatakan
"Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu".
Yusuf pun menjadi sosok yang dikasihi oleh Potifar karena kelakuannya yang baik.
Tetapi sampai suatu kejadian pilu menimpa Yusuf.
Dalam Kejadian 39:4-6 menyatakan
"maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.
Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, Tuhan memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat Tuhan ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.
Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apa pun selain dari makanannya sendiri.
Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya."
Yusuf pun digoda oleh isteri Potifar.
Isteri Potifar memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: ”Marilah tidur dengan aku.”
Yusuf yang dikenal baik ini pun menolak godaan tersebut dan berkata kepada isteri tuannya itu:
Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya daripadaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain daripada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?
Hari demi hari, Yusuf dibujuk oleh perempuan itu, tetapi Yusuf tetap pada pendiriannya dan menolak godaan itu.
Yusuf difitnah
Tibalah pada suatu hari, Yusuf masuk ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya seperti biasa.
Dari seisi rumah itu seorangpun tidak ada di rumah.
Tiba-tiba baju Yusuf dipegan oleh istri Potifar, sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku."
Yusuf dengan cepat lari dan meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.
Ia tak menghiraukan bajunya ditinggalkan di tangan istri Potifar.
Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar, dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka:
"Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak-teriak d dengan suara keras.
Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar." Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya, sampai tuan rumah pulang. Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya:
Baca juga: Cerita Alkitab Tentang Kisah Tuhan Yesus yang Dicobai Iblis Saat di Padang Gurun

"Hamba orang Ibrani yang kaubawa ke mari itu datang kepadaku untuk mempermainkan aku. Tetapi ketika aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar."
Baru saja didengar oleh Potifar perkataan yang diceritakan isterinya kepadanya: begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu, maka bangkitlah amarahnya.
Lalu Yusuf ditangkap oleh Potifar dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.
Yusuf Dipenjara
Perjalanan Yusuf masih terus berlanjut.
Ia harus mengalami hal memilukan yaitu dipenjara karena difitnah.
Di penjara, TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara.
Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.
Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.
Ketika Yusuf berusia kira-kira 28 tahun, Firaun Mesir menahan kepala juru minuman dan kepala juru roti dalam rumah kepala pengawal raja, dalam penjara tempat Yusuf dikurung, dengan tuduhan melakukan kesalahan berat.
Setelah beberapa waktu di penjara, mereka berdua bermimpi pada malam yang sama.
Dengan kuasa Allah, Yusuf memberitahukan makna mimpi itu kepada mereka dan benar terjadilah yang dikatakan Yusuf: kepada juru minuman dikembalikan kepada pekerjaannya, melayani Firaun, sedangkan juru roti itu dihukum mati dengan digantung. Tetapi kepala juru minuman itu melupakan Yusuf di penjara.
Padahal sebelumnya Yusuf telah berpesan kepadanya: "Ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku kepada Firaun dan tolonglah keluarkan aku dari rumah ini.
Sebab aku dicuri diculik begitu saja dari negeri orang Ibrani dan di sinipun aku tidak pernah melakukan apa-apa yang menyebabkan aku layak dimasukkan ke dalam liang tutupan ini.
Dua tahun kemudian, Firaun bermimpi dan tidak ada yang dapat memberitahu maknanya. Maka kepala juru minuman itu ingat dan memberitahu Firaun tentang Yusuf.
Yusuf dikeluarkan dari penjara, dan berhasil memberitahu makna mimpi Firaun yaitu: akan ada 7 tahun kelimpahan yang disusul dengan 7 tahun kekurangan di seluruh daerah itu (termasuk di sekitar Mesir), karena itu Yusuf menasihatkan Firaun untuk menyimpan hasil kelimpahan itu supaya dalam 7 tahun berikutnya terdapat cukup makanan di Mesir.
Firaun mengangkat Yusuf sebagai orang nomor dua di kerajaan Mesir, dengan tugas melakukan apa yang dinasihatkannya itu. Karena kelaparan yang hebat di Kanaan, saudara-saudara Yusuf yang dahulu menjualnya, datang ke Mesir membeli makanan, tetapi tidak mengenali Yusuf.
Setelah yakin bahwa saudara-saudaranya sudah insaf dan tidak berlaku seperti yang dahulu, Yusuf menunjukkan jati dirinya dan membawa mereka beserta Yakub, ayah mereka, untuk hidup bahagia di Mesir.
Yusuf pun meninggal dengan damai di Mesir.
Dari Cerita Alkitab tentang Yusuf ini kita bisa mengikuti perilaku Yusuf yang tetap pada pendiriannya dengan tidak berbuat dosa.
Ketika Yusuf memilih untuk tidak berbuat dosa, perjalanan kehidupan Yusuf semakin diangkat Tuhan.
Ia semakin dipercaya Tuhan dalam banyak hal dan selalu disertai Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati.
Baca Berita Tribun Manado disini: