Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

Stok Obat Generik Lenyap di Kimia Farma, Ketua PAFI Sulawesi Utara: Cek Teknisnya atau Manajemennya

Ketiadaan obat generik di Apotek Kimia Farma menjadi perhatian dr Ricky Sondakh. Padahal, setiap apotek wajib menyediakan obat generik bagi masyarakat

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Istimewa
Rommy Watuseke, Ketua Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Obat generik rupanya sulit ditemukan di Apotek Kimia Farma di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Apotek BUMN tersebut mengaku selalu habis stok, berbeda dengan apotek biasa.

Kasus ini pun viral di media sosial karena diungkap dr Ricky Sondakh.

Rommy Watuseke, Ketua Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Sulawesi Utara, menyimak masalah ini ada benarnya juga bahwa sesuai dengan aturan yang ada, setiap apotek harus menyediakan obat generik selain obat paten.

Pun memberikan obat itu harus sesuai yang tertulis dalam resep dan apabila obat yang tertulis dalam resep tidak ada, harus menghubungi dokter yang menulis resep tersebut, apakah obat itu bisa diganti atau tidak.

"Kalau bisa diganti berarti apotek tersebut bisa menyebutkan nama obat yang sama secara khasiat meskipun nama obat tersebut berbeda kepada dokter yang menulis resep," ujarnya.

Baca juga: Rekomendasi Nama Bayi Katolik untuk Perempuan, Berinisial A-Z, Abigail Hingga Zefanya

Baca juga: Gempa Magnitudo 4.9 Guncang Maluku Rabu Siang, Info BMKG: Tiga Daerah Diguncang

Lanjut dia, kalau obat tidak bisa diganti maka resep dikembalikan ke pasien dan pasien bisa mencari ke apotek yang lain

"Saya sebagai organisasi profesi melihat kasus ini, saya harus tracing dulu di mana titik case-nya apakah dalam segi teknisnya atau dari segi manajemen-nya, karena mengingat apotek KF ini apotek retail," ujarnya.

Di setiap apotek ada dua profesi yang bekerja yaitu Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) dan Apoteker.

Dua Apotek Kimia Farma di Manado Sulawesi Utara Tidak Sediakan Obat Amlodipin
Dua Apotek Kimia Farma di Manado Sulawesi Utara Tidak Sediakan Obat Amlodipin (tribunmanado.co.id/Rhendi Umar.)

Apoteker di apotek merupakan penanggungjawab apotek.

"Saya dari PAFI menangani Teman-teman yamg TTK, mereka bekerja di bagian kegiatan teknis seperti meracik obat, menulis aturan pakai dan untuk skrining resep, komunikasi informasi dan edukasi terhadap pasien itu tugasnya Apoteker. Tetap di apotek eksekusi akhir adalah Apoteker dan organisasi yang mewadahi Apoteker adalah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Jadi menurut saya harus memintah juga pendapat dari organisasi profesi IAI," katanya

Adapun, media sosial dihebohkan dengan pernyataan status akun Facebook dokter Dr Ricky Sondakh.

Baca juga: Kalender Jawa Besok Kamis 20 Oktober 2022, Weton Kamis Wage, Lambangkan Watak Ini

Baca juga: Wagub Sulawesi Utara Steven Kandouw Lantik 284 Pejabat Pemprov, Sentil PNS Jangan Bergaya Hedon

Di situ dia meminta Wali Kota dan Wakil Wali kota Manado melakukan investigasi kepada Apotek Kimia Farma di Kota Manado.

Menurutnya, di apotek-apotek tersebut tidak menyediakan beberapa obat generik atau sengaja menyimpan ketika masyarakat atau pasien ingin membeli obat-obat generik. 

"Mereka selalu berdalih habis kemudian menawarkan obat paten ke masyarakat yang harganya sulit dijangkau masyarakat kecil," jelasnya.

Rommy Watuseke, Ketua Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Sulawesi Utara
Rommy Watuseke, Ketua Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Sulawesi Utara.
Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved