Cerita Alkitab
Kisah Perumpamaan Tentang Anak yang Hilang: Anak Bungsu yang Hidup dengan Pelacur Tapi Diampuni
Inilah kisah Perumpamaan Tentang Anak yang Hilang: anak bungsu yang hidup dengan pelacur tapi diampuni, Lukas 15:11-32
Penulis: Erlina Langi | Editor: Erlina Langi
Penderitaan yang dialaminya karena hidup jauh dari Bapanya membuat ia tersadar bahwa dia tak bisa apa-apa tanpa Bapanya
Anak bungsu ini akhirnya memilih untuk pulang
Dia menyadari dan mengaku segala dosa yang diperbuatnya
Lukas 15:18 TB
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
Sebagai Bapa yang baik, Bapanya menyambut anaknya yang hilang dan telah berdosa ini tanpa syarat
Lukas 15:20 TB
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Bukan hanya itu, sikap rendah hati dan respon pertobatan anak bunsu ini membuat Bapanya bersukacita
Lukas 15:21 TB
Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
Lukas 15:22-24 TB
Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
Tapi apa yang terjadi, ternyata sikap dari sang Bapa membuat iri hati pada anak sulungnya
Lukas 15:25-30 TB
Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
Si anak sulung tak menyadari bahwa selama ini dirinya telah tinggal bersama Bapanya, dan segala yang dimiliki Bapanya adalah miliknya juga
Bapa yang baik itu akhirnya mengingatkan sang anak sulungnya bahwa sikap hati yang seharusnya adalah bersuka cita karena saudaranya kini telah bertobat dan kembali
Lukas 15:31-32 TB
Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”
Dari kisah ini hal yang bisa kita pelajari dari anak bungsu adalah kita tak dapat hidup jauh dari bapa kita, yakni Tuhan Yesus Kristus