Berita Internasional

Rusia Pakai Rudal Serang Ukraina, Vladimir Putin: 'Tidak Mungkin Lagi Membiarkan Kejahatan'

Pihak Ukraina mengatakan, sebanyak 83 rudal diluncurkan oleh Rusia dan 43 rudal telah berhasil dilumpuhkan.

Editor: Ventrico Nonutu
Tribunnews.com/Ukrainian State Emergency Service / AFP) (AFP/STR)
Gambar selebaran ini diambil dan dirilis oleh Layanan Darurat Negara Ukraina pada 7 Maret 2022, menunjukkan penyelamat membongkar puing-puing sekolah yang hancur setelah pasukan Rusia menembaki kota Chernihiv. - Lusinan warga sipil terbunuh dalam pertempuran untuk Chernihiv di utara. Beberapa dari mereka yang tersisa tinggal di kawah atau di antara reruntuhan. (Photo by Ukrainian State Emergency Service / AFP) (AFP/STR) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Situasi antara Rusia dan Ukraina masih memanas.

Rusia dan Ukraina masih saling menyerang.

Belum lama ini pihak Rusia menuding Ukraina sebagai dalang terjadinya ledakan di Krimea.

Baca juga: Inilah Shahed-136, Drone Kamikaze Buatan Iran, Digunakan Rusia Hantam Target di Ukraina

Baca juga: Terungkap Awal Perkenalan Ayu Thalia dengan Rizky Billar, Ternyata Baru 5 Bulan Lalu

Rusia pun menyerang Ukraina menggunakan rudal pada Senin (10/10/2022).

Atas serangan Rusia tersebut, sebanyak 14 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Pihak Ukraina mengatakan, sebanyak 83 rudal diluncurkan oleh Rusia dan 43 rudal telah berhasil dilumpuhkan.

Presiden Rusia, Vladimir Putin tidak merahasiakan serangan rudal ini sebagai balasan atas serangan di jembatan Krimea.

"Dengan tindakannya, rezim Kyiv sebenarnya telah menempatkan dirinya pada tingkat yang sama dengan kelompok teroris internasional dan dengan yang paling menjijikkan dari mereka," ujar Putin, dikutip dari Al Jazeera.

"Tidak mungkin lagi membiarkan kejahatan semacam ini tidak terjawab."

"Jika upaya untuk melakukan serangan teroris terus berlanjut, tanggapan Rusia akan keras dan akan sesuai dengan ancaman yang dihadapinya. Seharusnya tidak ada yang ragu," lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Keamanan Putin, Dmitry Medvedev menyatakan bahwa serangan Senin hanyalah permulaan.

"Episode pertama telah diputar. Akan ada orang lain. Dan selanjutnya," ujar Medvedev di Telegram.

"Negara Ukraina dalam konfigurasinya saat ini dengan rezim politik Nazi akan menimbulkan ancaman yang konstan, langsung, dan jelas bagi Rusia."

"Oleh karena itu, selain melindungi rakyat kita dan melindungi perbatasan negara, tujuan tindakan kita di masa depan, menurut pendapat saya, adalah penghancuran total rezim politik Ukraina," ungkapnya lagi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved