Rabu, 3 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tragedi Kanjuruhan

Pernyataan Presiden Joko Widodo Terkait Tragedi Kanjuruhan, Info Terbaru

Bukan hanya pidana, Presiden Joko Widodo mengatakan terkait tragedi Kanjuruhan juga akan ada sanksi lain berkaitan dengan kompetisi sepakbola.

Tayang:
Kolase Tribun Manado/BPMI/RUSMAN/Sekretariat Presiden
Pernyataan terbaru Presiden Jokowi terkait kerusuhan di Kanjuruhan Malang. Presiden Jokowi didampingi Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, dan Bupati Malang M Sanusi meninjau lokasi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (5/10/2022). 

"Kami berikan batas waktu selama tujuh hari. Jika tidak ada yang jadi tersangka, atau tidak ada yang bertanggungjawab, kami akan turun ke jalan. Malang Raya membiru," ucap Ade Herawanto, seorang Aremania, Senin (3/10/2022), dikutip dari SuryaMalang.com.

Dia menyampaikan, banyaknya korban tewas dalam insiden tersebut merupakan duka mendalam yang dialami oleh arek-arek Malang.

"Kami lakukan somasi bersama dengan teman-teman dari bantuan hukum Arema Menggugat. Somasi ini kami lakukan secara terbuka," ujarnya.

Komisioner Komnas HAM RI, M Choirul Anam juga mengaku mendapat banyak aspirasi terkait tragedi Kanjuruhan ini.

Ia mengatakan, banyak pihak menginginkan segera ada tersangka dalam tragedi tersebut.

"Satu yang juga suaranya banyak di mana-mana adalah teman-teman masyarakat Malang, tokoh-tokoh Malang, maupun Aremania juga meminta segera ada tersangka," kata Anam di kanal Youtube Humas Komnas HAM RI pada Rabu (5/10/2022).

"Karena memang kalau dilihat secara kasat mata yang kami temukan memang ada kekerasan, korban meninggal, dan lain sebagainya," kata Anam.

Dilakukan Hati-hati

Sementara itu, pihak kepolisian menjelaskan terkait dengan proses investigasi yang dilakukan saat ini.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan tim investigasi menerapkan unsur kehati-hatian dan kecermatan sebelum menetapkan tersangka.

"Ada beberapa hal yang harus didalami. Karena unsur kehati-hatian dan kecermatan yang dilakukan ini harus betul-betul menjadi standar. Pendalaman-pendalaman harus dilakukan tim pada malam ini maupun besok," ujar Dedi saat gelar jumpa pers di Polres Malang pada Rabu (5/10/2022).

"Sehingga mungkin besok kami akan sampaikan progress dari tim investigasi. Insya Allah besok," terangnya.

Saat ini, lebih dari 30 personel polri telah diperiksa terkait tragedi kanjuruhan ini, selain itu ada puluhan saksi yang yang digali keterangannya.

Dedi menegaskan tim investigasi telah memahami permintaan Presiden RI Joko Widodo untuk bekerja secara cepat.

"Tim telah diinstruksikan bekerja cepat sesuai arahan presiden," tutupnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

BACA BERITA Tribun Manado: KLIK LINK

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved