Minggu, 31 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tragedi Kanjuruhan

Pernyataan Presiden Joko Widodo Terkait Tragedi Kanjuruhan, Info Terbaru

Bukan hanya pidana, Presiden Joko Widodo mengatakan terkait tragedi Kanjuruhan juga akan ada sanksi lain berkaitan dengan kompetisi sepakbola.

Tayang:
Kolase Tribun Manado/BPMI/RUSMAN/Sekretariat Presiden
Pernyataan terbaru Presiden Jokowi terkait kerusuhan di Kanjuruhan Malang. Presiden Jokowi didampingi Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, dan Bupati Malang M Sanusi meninjau lokasi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (5/10/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Inilah pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait tragedi Kanjuruhan. Presiden Joko Widodo mengatakan terkait pidana nanti akan disampaikan oleh pihak kepolisian.

"Ini ada sanksi dari PSSI, ada. Pidana nanti yang mengumumkan dari Polri," kata Jokowi saat meninjau Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (5/10/2022).

Bukan hanya pidana, Presiden Joko Widodo mengatakan terkait tragedi Kanjuruhan juga akan ada sanksi lain berkaitan dengan kompetisi sepakbola.

Presiden Joko Widodo menyampaikan terkait apakah ada pihak yang harus minta maaf, kata presiden terkait hal itu nanti dilihat dulu akar permasalahannya secara menyeluruh.

"Semuanya dilihat terlebih dahulu secara menyeluruh lewat Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), ya. Terima kasih," terang Jokowi.

Saat ini, telah dibentuk TGIPF yang bertugas untuk mengusut tragedi Kanjuruhan ini.

Selain itu, Presiden meminta ada audit secara menyeluruh termasuk dari sisi stadion atau insfrastruktur.

Tim diharuskan bekerja dengan cepat dan ditargetkan, dalam waktu satu bulan atau kurang, tim tersebut sudah bisa menemukan titik permasalahannya.

"Kalau tim gabungan independen, itu satu bulan. Tapi saya minta juga secepatnya, tidak sampai satu bulan. Kalau untuk audit stadion juga sama, satu bulan juga," terang Jokowi.

Presiden telah mengeluarkan Keppres terkait hal itu, dan juga menginstruksikan agar tak ada yang ditutup-tutupi.

"Kita usut tuntas, tidak ada yang ditutup-tutupi, yang bersalah diberikan sanksi. Kalau masuk ke pidana juga sama, dipidanakan," jelas Jokowi saat di RSUD dr. Saiful Anwar Malang.

Permintaan Aremania

Masyarakat Malang, khususnya suporter Aremania meminta agar segera ada penetapan tersangka atas tragedi Kanjuruhan.

Aremania meminta dalam waktu 7 harus ada tersangka dalam tragedi Kanjuruhan.

Jika tidak segera ada tersangka yang ditetapkan, Aremania mengancam akan turun ke jalan dan melakukan aksi unjuk rasa.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved