RHK Kamis 6 Oktober 2022
BACAAN ALKITAB - Yeremia 30:12-15 Dihukum Karena Dosa Besar
Tidak dapat disangkal lagi bahwa Israel adalah bangsa pilihan Allah, umat kesayangan-Nya yang dijaga
Yeremia 30:12-15
TRIBUNMANADO.CO.ID - Tidak dapat disangkal lagi bahwa Israel adalah bangsa pilihan Allah, umat kesayangan-Nya yang dijaga dan dikasihi-Nya seperti Biji Mata Tuhan. Mereka mendapatkan keistimewaan dalam segala hal. Perbuatan ajaib dan mujizat Allah dilakukan-Nya bagi mereka.
Namun, bangsa itu juga tegar tengkuk dan suka memberontak kepada Allah. Meski sudah menerima berbagai mujizat, berkat dan kasih karunia melimpah ruah, namun mereka masih banyak kali melawan Tuhan. Mereka suka mengkhianati Allah. Maka Allah menghukum mereka karena terlalu besar dan banyak dosa mereka, terutama pengkhianatan akan Allah dengan menyembah berhala.
Allah berlaku adil. Dia menghukum umat-Nya yang jahat. Seperti yang dilakukan-Nya kepada umat Israel ketika mereka melawan Musa karena mereka anggap terlalu lama di Gunung Sinai berpuasa dan menerima firman Tuhan.
Termasuk 10 hukum Tuhan. Tapi bangsa itu berkhianat dengan membuat lembu tuangan dari emas yang mereka sembah. Allah murka. Sebenarnya semua mereka hendak dimusnahkan Allah, tapi karena doa Musa, akhirnya Allah "hanya" mengizinkan 3.000 orang yang mati dibunuh (Kel 32:28).
Demikian juga peristiwa ketika mereka di Sitim dan di Moab. Saat itu mereka kawin mawin dengan orang Moab yang menyembah Baal-Peor. Mereka juga ikut menyembah Baal Peor. Hal itu membangkitkan amarah Allah dan sebanyak 24.000 orang tewas. Itupun terhenti karena Pinehas, anak Eliezer, cucu Harun yang menombak mati seorang lelaki Israel yang membawa pulang perempuan Moab dan ikut menyembah Baal (Bil 25:7-11).
Dosa yang besar dan berat sebagai bentuk pengkhianatan dan penghinaan kepada Allah itu kembali dilakukan oleh bangsa Israel, di zaman raja-raja terakhir, baik di kerajaan Israel (Utara) maupun kerajaan Yehuda (selatan).
Mereka menyembah Baal. Mereka membuat patung tuangan dari emas dan menyembahnya. Bahkan anak raja Manasye turut diserahkan sebagai persembahan kepada Baal.
Dan banyak lagi bentuk penistaan kepada Allah.
Allah murka dan menghukum umat Israel. Mereka dibuang ke Babel. Raja Nebukadnezar dipakai Allah untuk menghukum mereka. Selama 70 tahun akhirnya mereka dihukum dengan dibuang dan ditawan di Babel. Negeri mereka hancur luluh. Termasuk juga Bait Allah yang menjadi kebanggaan bangsa keturunan Yakub itu, dihancurkan. Tinggal puing-puing.
Nabi Yeremia yang diutus Allah untuk menyampaikan firman-Nya kepada umat Israel menyatakan bahwa karena dosa yang banyak, besar dan berat itulah maka Allah menghajar mereka. Bahkan menghabisi mereka.
Demikian firman Tuhan hari ini.
"Semua kekasihmu melupakan engkau, mereka tidak menanyakan engkau lagi. Sungguh, Aku telah memukul engkau dengan pukulan musuh, dengan hajaran yang bengis, karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar.
Mengapakah engkau berteriak karena penyakitmu, karena kepedihanmu sangat payah? Karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar, maka Aku telah melakukan semuanya ini kepadamu." (ay 14, 15)_
Kasih Allah akan umat-Nya, tak terhingga. Tiada terukur akal manusia kebaikan Tuhan akan kita umat gembalaan dan tuntunan tangan-Nya. Tiada banding dan tiada tanding serta tiada bertara kesetiaan dan pengorbanan Kristus Tuhan, akan kita yang selalu setia kepada-Nya.
Tiada kasih dapat menyamai apalagi melebihi kasih Kristus. Dia teramat sangat baik dalam hidup kita, meski kita sendiri tidak sebaik yang Dia harapkan.
Namun demikian, jika didapati-Nya kita berbuat jahat, berpaling pada dosa mengkhianati Sang Juruselamat dunia, maka sudah pasti hukumanlah yang akan diterima. Allah sekali-kali tidak akan berkompromi dengan dosa. Karena dosa adalah musuh Allah. Dia pasti memandang bersalah dan menghukum orag yang melawan Dia dengan hidup dalam dosa.
Sebagai keluarga dan jemaat Kristen, kita telah diselamatkan-Nya. Bahkan lebih dari itu kita adalah umat pilihan-Nya masa kini, milik kesayangan-Nya. Janganlah sia-siakan status kita yang sangat mulia ini. Janganlah menganggap rendah kasih karunia Allah agar kita tidak menyesal dan menderita seumur hidup, bahkan hingga dalam kekekalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-renungan-778.jpg)