Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Sergio Silva Ceritakan Momen Ngeri Tragedi Kanjuruhan, 5 Jam Terkurung di Ruang Ganti

Salah satu pemain Arema FC, Sergio Silva menceritakan momen mengerikan yang ia saksikan saat tragedi di Stadion Kanjuruhan terjadi.

Editor: Tirza Ponto
Kolase Tribun Manado/ Instagram/sergiosilva / twitter/@Arisfrogs13
Sergio Silva Ceritakan Momen Ngeri Tragedi Kanjuruhan, 5 Jam Terkurung di Ruang Ganti 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tragedi di Stadion Kanjuruhan menyisahkan duka mendalam bagi persepakbolaan di Indonesia bahkan dunia.

Ratusan orang meninggal usai laga Arema FC vs Persebaya.

Momen-momen mengerikan itu pun terekam dalam benak para korban yang berhasil lolos dan selamat dari tragedi Kanjuruhan.

Baca juga: Cerita Para Korban Selamat dari Maut di Stadion Kanjuruhan, Lihat Banyak Jazad dengan Wajah Membiru

Sejumlah pencinta sepak bola menggelar aksi tabur bunga dan 1.000 lilin atas tragedi kematian sejumlah suporter, di depan Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (2/10/2022) malam. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas atas kematian ratusan suporter pascapertandingan sepak bola Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Sabtu (1/10/2022) malam. Berikut empat rencana jangka pendek yang bakal dilakukan pemerintah terkait kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).
Sejumlah pencinta sepak bola menggelar aksi tabur bunga dan 1.000 lilin atas tragedi kematian sejumlah suporter, di depan Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (2/10/2022) malam. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas atas kematian ratusan suporter pascapertandingan sepak bola Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Sabtu (1/10/2022) malam. Berikut empat rencana jangka pendek yang bakal dilakukan pemerintah terkait kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Gas air mata yang ditembakkan dituding sebagai penyebab jatuhnya ratusan korban jiwa.

Kini Tim Gabungan Independen Pencari Fakta ( TGIPF ) yang diketuai oleh Mahfud MD telah bergerak mengusut kasus yang menyita sorotan dunia ini.

Sementara itu, bek atau pemain belakang Arema FC, Sergio Silva, lantas mengungkapkan momen ngeri kala ia dan pemain lainnya berada di dalam ruang ganti Stadion Kanjuruhan saat kericuhan terjadi.

Pemain asal Portugal tersebut mengungkapkan kejadian yang dialaminya seusai laga Arema FC vs Persebaya.

Menurut Sergio Silva, para pemain Arema FC memilih masuk ke ruang ganti seusai para suporter mulai banyak masuk ke lapangan.

Padahal para pemain Arema FC sebenarnya berencana untuk berjalan di sekitar stadion untuk memberikan penghormatan kepada para suporter mereka.

"Meski kalah, kami (berencana) akan berjalan-jalan di sekitar stadion untuk menghormati para suporter. Langkah itu terhenti di tengah lapangan," beber Sergio Silva.

"Kami melihat indikasi beberapa suporter (masuk) ke lapangan. Saya pikir banyak yang datang untuk memberi dukungan dan bukan untuk menyerang. Tetapi lebih baik pergi ke ruang ganti."

Setelah masuk ke ruang ganti, para pemain Arema FC tidak tahu banyak tentang kondisi yang terjadi di luar.

Mereka juga tidak merasa benar-benar aman di dalam ruang ganti tersebut.

"Kami menghabiskan empat atau lima jam di ruang ganti, dijaga dengan meja dan kursi yang menahan pintu," terangnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunNewsmaker
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved