Tragedi Stadion Kanjuruhan

Daftar Nama Polisi yang Diperiksa Kode Etik, Dinonaktifkan hingga Dicopot Imbas Tragedi Kanjuruhan

28 anggota kepolisian akan menjalani pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik terkait kasus kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan.

Kolase Tribunnews/Surya.com/RIBUNKALTARA.COM/JEPRETAN LAYAR/Istimewa
Puluhan Polisi Terseret Tragedi Kanjuruhan. 28 Polisi Akan Diperiksa. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Peristiwa tragedi di Stadion Kanjuruhan kini masih terus mencuat.

Diketahui dalam tragedi tersebut telah menewaskan 125 orang.

Kini puluhan polisi ikut terseret dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur itu, bahkan sudah ada yang dicopot hingga diperiksa Kode Etik.

Seperti diketahui, dampak dari kerusuhan usai laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya itu menyebabkan ratusan nyawa melayang, termasuk dua anggota polisi.

Sederet polisi turut terkena dampaknya, ada yang dicopot hingga dimutasi.

Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya Sabtu malam 1 Oktober 2022.
Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya Sabtu malam 1 Oktober 2022. (Surya Malang/Purwanto)

Ada pula belasan polisi yang diperiksa dan puluhan lainnya diduga melakukan pelanggaran kode etik.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan tidak menutup kemungkinan jumlah polisi yang diduga melakukan pelanggaran kode etik jumlahnya bertambah.

28 Polisi Akan Diperiksa Kode Etik Buntut Kasus Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

28 anggota kepolisian akan menjalani pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik terkait kasus kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang Jawa Timur.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya bergerak cepat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Cerita Pilu Pemain Arema FC, Tak Bisa Tidur, Terus Menangis, Ada Rasa Bersalah Menghantui

Baca juga: Pantas Nasdem Pilih Anies Baswedan Sebagai Capres 2024, Hanta Yuda Sebut Paling Realistis

"Inipun masih dalam proses pemeriksaan. Sesuai perintah Presiden, Kapolri bekerja secara cepat. Namun unsur ketelitian kehati-hatian dan pembuktian secara ilmiah juga menjadi standar tim ini bekerja," tegas Dedi di Polres Malang pada Senin (3/10/2022).

Terkait unsur satuan asal anggota polisi yang diperiksa tersebut, Dedi menyatakan akan memberikan pernyataan selanjutnya.

"Kami akan update lagi dan akan menyampaikannya kemudian," ucap Dedi.

Terkait kerusuhan tersebut, polisi menaikkan status penyelidikan ke penyidikan.

Halaman
1234
Sumber: TribunMedan.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved