Bursa Capres

Baru Prabowo Subianto Capres yang Punya Tiket, Pengamat Ungkap 4 Poros di Pilpres 2024

Ini baru menarik, banyak kalangan mulai memprediksi bahwa akan ada empat poros yang akan bertarung di Pemilihan Presiden 2024.

Editor: Aswin_Lumintang
Tribunnews.com
Prabowo Subianto Sanjung Tinggi Presiden Jokowi. Banyumas Kalah dan Masih di Bawah Solo. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Ini baru menarik, banyak kalangan mulai memprediksi bahwa akan ada empat poros yang akan bertarung di Pemilihan Presiden 2024.

Di antara keempat poros itu kabarnya bakal Capres yang sudah pasti adalah Prabowo Subianto yang sudah dideklarasikan oleh Partai Gerindra sebagai Capres 2024.

Prabowo tinggal membutuhkan satu parpol untuk memastikan dia bisa bertarung di Pilpres 2024. Dan, itu sudah didapatkan dengan menggandeng Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Istimewa)

Sedangkan Partai NasDem bersama Partai Demokrat dan PKS disebut-sebut akan mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pilpres 2024, pada 10 November mendatang.

Kabar ini diungkapkan oleh politikus Partai Nasdem Zulfan Lindan kepada wartawan, Selasa (27/9/2022) lalu.

“Jadi soal capres pokoknya sudah selesai, Anies Baswedan capres Partai Nasdem, PKS, dan Partai Demokrat, sudah 99 persen,” sambungnya.

Baca juga: Mengejutkan Denise Chariesta Mengaku Jadi Pelakor, Diduga Simpanan Suami Ayu Dewi

Baca juga: Pantas Dinobatkan Jadi Best Couple, Intip Potret Mesra Rizky Billar dan Lesti Kejora

 
Dalam kesempatan itu, Zulfan menuturkan, cawapres pasangan Anies Baswedan bisa saja diumumkan secara langsung atau bersamaan jika selesai dibahas.

Jika yang disebutkan Zulfan benar adanya, bagaimana kemungkinan peta politik di Pilpres 2024?

Menurut Direktur Eksekutif Skala Survei Indonesia (SSI), Abdul Hakim, jika Anies Baswedan pada akhirnya benar diusung oleh tiga partai di atas, Pilpres 2024 setidaknya mengarah ke empat poros atau gugus.

"Kalau mengacu pada dinamika terkini terkait upaya membangun koalisi dari 9 parpol berkursi di DPR RI sebagai pemegang tiket pencapresan, setidaknya sudah mengarah ke empat gugus untuk mencapai ambang batas 20 persen kursi DPR RI [aturan Presidential thresshold 20 persen]. Jika empat gugus ini mapan hingga pendaftaran capres/cawapres pada akhir oktober 2023, maka akan menghasilkan empat pasangan capres/cawapres," ujarnya kepada Tribunnews.com, Kamis (29/9/2022).

Ia melanjutkan, di gugus pertama, ada PDIP yang bisa memajukan pasangan kandidat sendiri tanpa harus berkoalisi dengan parpol lain karena sudah memiliki jumlah kursi 22.3 % .

Di gugus kedua, ada Partai Gerindra dan PKB yang sudah mendeklarasikan kesepakan untuk berkoalisi, dengan jumlah kursi 23.7 % .

 
Di gugus ketiga ada Golkar, PAN dan PPP dengan komposisi kursi 25.7 % .Dan gugus keempat, ada Nasdem, Demokrat dan PKS yang santer akan berkoalisi dengan komposisi 28.3 % kursi.

"Untuk posisi capres, empat gugus ini secara tersirat sudah bisa diproyeksikan siapa nama capresnya. PDIP sepertinya sangat berhasrat untuk mengusung Puan Maharani. Kemudian KIB disebut-sebut akan menjadi skoci Ganjar Pranowo jika tidak dilirik PDIP. Kemudian Gerindra-PKB kemungkinan besar akan mengusung nama Prabowo Subianto. Sementara Nasdem, Demokrat, PKS akan menyorong nama Anies Baswedan."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved