Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Tak Banyak yang Tahu, Brigadir J Ternyata Punya Kakak dan Adik Perempuan, Miliki Pekerjaan Mentereng

Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J juga memiliki kakak kandung yang memiliki pekerjaan mentereng. Hanya saja jarang tersorot.

(Instagram @yunihutabarat12)
Foto kenangan keluarga Brigadir J, Tak Banyak yang Tahu, Brigadir J Ternyata Punya Kakak dan Adik Perempuan, Miliki Pekerjaan Mentereng 

Ia kerap membuat live di TikTok yang diminati banyak penonton.

Di Instagram, Reza Hutabarat juga punya banyak pengikut.

Tercatat hingga saat ini, akun Instagramnya diikuti 111 ribu followers.

4. Devi Hutabarat

Berbeda dari saudaranya yang lain, tidak diketahui apakah Devi Hutabarat memiliki akun Instagram atau tidak.

Foto-fotonya hanya diketahui dari Instagram sang kakak, Yuni Hutabarat.

Devi Hutabarat diketahui bekerja di RS Bhayangkara Jambi.

Rosti Simanjuntak dan Samuel Hutabarat

Dikutip dari Tribu Jambi, Samuel Hutabarat lahir tahun 1965, ia merupakan warga asli Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Di tahun 1997, Samuel memutuskan menetap di Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, dan Saat ini tinggal di Desa Suka Makmur.

Sang Ayah Samuel Hutabarat lahir tahun 1965, ia merupakan warga asli Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Di tahun 1997, Samuel memutuskan menetap di Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, dan Saat ini tinggal di Desa Suka Makmur.

Sementara Itu, Rosti Simanjuntak lahir di Kecamatan Balige, Tapanuli Utara, pada tahun 1968.

Samuel Hutabarat memutuskan mempersunting Rosti Simanjuntak sebagai pasangan hidup. Sekian lama membina bahtera rumah tangga, kedua pasangan ini akhirnya dikaruniai empat anak, Dua perempuan dan dua laki-laki.

Anak pertama bernama Yuni Hutabarat, kedua Nofriansyah Yosua Hutabarat, ketiga Devi Hutabarat, dan keempat Mahareza Putra Hutabarat.

Ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak kini sudah mulai bisa menata kembali kehidupannya. Ia pun sudah kembali ke sekolah dan bisa tertawa dengan sesama guru.

Samuel mengaku pernah bekerja kantoran.

Namun tidak berselang lama, Dia akhirnya memutuskan banting setir menjadi petani sawit, karena di daerahnya di Sungai Bahar tersebut merupakan penghasil utama kelapa sawit.

Sehari-hari, Samuel bekerja sebagai seorang petani sawit. Pekerjaan yang tekun dia geluti ini untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga dengan empat anak.

Samuel tidak hentinya bersyukur, manakala dia mampu mengantarkan anak-anaknya sukses meraih pendidikan. Dia merasa terberkati, dengan profesinya sebagai petani sawit.

"Saya bilang itu keajaiban dari Tuhan, karena kita manusia biasa dengan keadaan saya begini ya karena ini kehendak dari Tuhan, ya kita tidak tahu karena bukan pemikiran kita," katanya.

Samuel dan Rosti memilih tinggal di rumah dinas Guru yang disediakan oleh pemerintah sejak tahun 2003 hingga saat ini dirinya belum memiliki rumah sendiri.

Begitu sederhana kehidupannya, mungkin banyak orang yang tak menyangka bahwa mereka berhasil mengantarkan anak-anaknya untuk bisa sukses.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved