Kasus Lukas Enembe

Siapa Sangka, Willem Wandik Anggota DPR RI Komisi V Kini Gantikan Posisi Lukas Enembe

Kasus Lukas Enembe membuat posisinya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Papua diisi oleh Willem Wandik sebagai Pelaksana Tugas (Plt)

Editor: Erlina Langi
Kolase Tribunmanado
Siapa Sangka, Willem Wandik Anggota DPR RI Komisi V Kini Gantikan Posisi Lukas Enembe 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Siapa sangka, Willem Wandik anggota DPR RI Komisi V kini gantikan posisi Lukas Enembe

Setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Lukas Enembe selaku Gubernur Papua menjadi tersangka terkait dugaan gratifikasi sebesar Rp 1 miliar nama Lukas Enembe selaku orang nomor 1 di tanah Papua itu terus menjadi sorotan publik

Kini posisinya pun sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Papua telah digantikan

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat akhirnya memutuskan untuk mengganti Lukas Enembe sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Papua

Sosok Willem Wandik sebagai anggota DPR RI Komisi V ditunjuk AHY untuk menduduki posisi tersebut sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Papua.

“Hal ini sesuai dengan Anggaran Dasar Partai Demokrat Pasal 42 Ayat 5,” tutur AHY dalam konferensi pers di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2022).

Keputusan tersebut diambil karena Lukas diduga terlibat perkara dugaan korupsi berupa penerimaan gratifikasi.


Willem Wandik ditunjuk AHY sebagai Ketua DPD Demokrat Papua gantikan Lukas Enembe. Berikut profil dan biodatanya! - kolase tribunnews/wikipedia

AHY menyampaikan, dalam kondisi sakit dan mesti menjalani proses hukum, Enembe tak bisa menjalankan tugasnya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Papua.

Namun, AHY menegaskan, Partai Demokrat bakal mendukung upaya hukum yang dilakukan Enembe.

“Kami juga mendukung upaya hukum Pak Lukas untuk mencari keadilannya,” ucap dia.

Ia menyampaikan, tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah.

Jika dalam proses hukum Enembe tak dinyatakan bersalah, ia bisa diangkat untuk menduduki jabatannya kembali.

“Tetapi jika terbukti bersalah, sesuai dengan pakta integritas yang telah ditandatangani, maka kami akan mengangkat ketua definitif melalui mekanisme musyawarah daerah luar biasa,” ujar AHY.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved