Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Viral

Menteri Nadiem Makarim Viral Ungkap 'Organisasi Bayangan', Ini Penjelasan Pihak Kemendikbud Ristek

Pihak Kemendikbud Ristek akhirnya buka suara soal viralnya pernyataan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim soal shadow organization (Organisasi Bayangan).

Editor: Frandi Piring
Twitter
Menteri Nadiem Makarim Viral Ungkap 'Organisasi Bayangan' Shadow Organization dalam Kemendikbud Ristek. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Akhirnya pernyataan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim soal shadow organization ( Organisasi Bayangan ) ditanggapi pihak Kemendikbud Ristek.

Diketahui, pernyataan Nadiem Makarim soal shadow organization menjadi viral di media sosial.

Netizen sampai bertanya-tanya apa fungsi kementerian dan pihak-pihak di dalamnya.

Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbud-Ristek Prof Nizam angkat bicara perihal video viral yang menampilkan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim menyebutkan soal shadow organization di sebuah forum.

Menurutnya, shadow organization yang disebut oleh Nadiem tersebut merupakan sebuah tim Information and Technology (IT).

"Itu tim IT di bawah pusat data dan informasi (pusdatin) di bawah Sekjen," ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (25/9/2022).

Sebelumnya, Video yang menampilkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ( Mendikbud Ristek ) Nadiem Makarim menyebutkan sebuah " shadow organization " viral di media sosial, Twitter.

Nadiem mengatakan bahwa tim tersebut bukan merupakan vendor untuk Kementerian, melainkan memiliki posisi yang setara dengan Direktur Jenderal.

Sementara itu, Kepala Pusdatin Kemendikbud Ristek Hasan Chabibie menambahkan bahwa tim teknologi tersebut terdiri dari para ahli yang bertugas mengembangkan beragam platform.

"Tim teknologi yang disebutkan Mas Menteri ini adalah para ahli di bidang teknologi, data,

dan aplikasi yang terlibat dalam merancang dan mengembangkan berbagai platform teknologi untuk sektor pendidikan," ujarnya terpisah, Minggu (25/9/2022).

Mereka imbuhnya, berkolaborasi intensif dengan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek serta unit-unit teknis terkait.

Adapun tim tersebut IT itu berasal dari GovTech Edu yang berada di bawah PT Telkom Indonesia.

Kolaborasi antara tim tersebut dengan jajaran Kemendikbud ini terjadi dalam pelaksanaan riset, pematangan konsep, pengembangan produk teknologi dan optimalisasi pemanfaatan layanan digital tersebut.

Transformasi digital yang dilakukan secara kolaboratif itu memberikan dampak yang dapat di rasakan langsung oleh berbagai pihak, seperti lebih dari 1,6 juta guru telah menggunakan Platform Merdeka Mengajar.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved