Pilpres 2024

SBY: Demokrat Diskenariokan tak Bisa Ikut Mengusung Capres di Pilpres 2024, Dipatok 2 Pasangan Calon

Ini baru menarik, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebutkan ada kelompok yang akan mengatur Pilpres

Editor: Aswin_Lumintang
Tangkap layar instagram aniyudhoyono/TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Susilo Bambang Yudhoyono 

“Konon akan diatur dalam pemilihan presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka dua pasangan capres dan cawapres saja.”

“Informasinya Demokrat sebagai oposisi, jangan harap bisa mengajukan capres dan cawapres-nya sendiri, bersama koalisi tentunya, jahat bukan?” imbuhnya.

Menurutnya hal tersebut akan menciderai hak-hak rakyat Indonesia.

SBY juga mengatakan Pemilu adalah hak rakyat, hak untuk memilih, hal untuk dipilih.

Pun yang berdaulat juga rakyat.

“Menginjak-injak hak rakyat bukan? pikiran seperti itu batil, itu bukan hak mereka, pemilu adalah hak rakyat, hak untuk memilih dan hak untuk dipilih yang berdaulat juga rakyat.”

SBY flashback, masa kepemimpinannya saat menjadi Presiden Republik Indonesia (RI) dua periode.

Klaimnya dirinya tidak pernah ‘menciderai’ momen Pemilu.

“Dan ingat selama 10 tahun dulu kita di pemerintahan dua kali melaksanakan Pemilu termasuk Pilpres, Demokrat tidak pernah melakukan kebatilan seperti itu,” imbuhnya lagi.

Saksikan juga wawancara eksklusif dengan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh di bawah ini:

Sumber: Kompas TV

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PDIP Sebut SBY Masih Gunakan Strategi Lama Suka Playing Victims, https://www.tribunnews.com/nasional/2022/09/19/pdip-sebut-sby-masih-gunakan-strategi-lama-suka-playing-victims?page=all.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved