Pilpres 2024

SBY: Demokrat Diskenariokan tak Bisa Ikut Mengusung Capres di Pilpres 2024, Dipatok 2 Pasangan Calon

Ini baru menarik, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebutkan ada kelompok yang akan mengatur Pilpres

Editor: Aswin_Lumintang
Tangkap layar instagram aniyudhoyono/TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Susilo Bambang Yudhoyono 

Dikutip dari situs gramedia.com, playing victim adalah sebuah sikap seseorang yang dengan sengaja menimpakan kesalahan kepada orang lain.

Padahal, ia tahu, kesalahan tersebut adalah kesalahan yang dilakukannya sendiri. Bahkan, orang tersebut bisa mengaku sebagai korban, lantaran hendak menghindari tanggung jawab sebagai pelaku.

Namun sebenarnya masih banyak alasan orang-orang tersebut melakukan hal itu, seperti hendak mencari perhatian, mengontrol pikiran dan perasaan orang lain, atau sebagai cara untuk menghindari situasi yang tidak disukainya.

Playing victim adalah perilaku yang toxic dan bisa dianggap sebagai sesuatu yang menyimpang. Mereka yang melakukan tindakan ini biasanya juga bertujuan untuk memperoleh belas kasihan atau simpati orang lain.

Penjelasan SBY

SBY sebelumnya mengatakan soal kekhawatirannya terkait gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nantinya.

Hal tersebut diungkap SBY saat berpidato di acara Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat, Kamis (15/9/2022).

Kekhawatirannya tersebut termasuk adanya dugaan Partai Demokrat tidak bisa mengajukan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) di Pilpres 2024.

Video pidato SBY soal kekahwatiran di Pemilu 2024 tersebut pun viral, seperti ditayangkan Kanal YouTube Tribunnews.com, Sabtu (17/9/2022).

Bahkan SBY menggunakan istilah ‘akan turun gunung’ mengawal Pemilu 2024.

“Para kader mengapa saya harus turun Gunung menghadapi pemilihan umum 2024 mendatang? Saya mendengar, mengetahui bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil,” kata SBY dalam pidatonya.

Pihanya juga menduga nantinya dalam Pilpres 2024, ada dua pasangan Capres dan Cawapres.

Dalam pernyataan tersebut, SBY menggunakan kata ‘mereka’ yang notabene menghendaki hal tersebut.

Namun siapa ‘mereka’ yang dimaksud SBY, tak dijelaskannya secara eksplisit.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved