Polri

Ferdy Sambo Tetap Dipecat dari Polri Usai Sidang Atas Perintah Kapolri, Permohohan Banding Ditolak

Permohohan banding pemohon banding ditolak, Ferdy Sambo tetap dipecat dari institusi Polri atas perintah Kapolri.

Editor: Frandi Piring
Kompas.com
Ferdy Sambo Tetap Dipecat dari Polri Usai Sidang Banding dari Perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Permohohan Banding Ferdy Sambo Ditolak. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo tetap dipecat setelah permohonan banding ditolak Komisi Banding Polri.

Ferdy Sambo dipecat atas pelanggaran kode etik Polri imbas kasus dugaan pembunuhan Brigadir J.

Komisi Banding Polri memutuskan menolak permohonan banding Irjen Ferdy Sambo atas putusan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dalam sidang pelanggaran etik sebelumnya.

Sidang banding yang digelar di Gedung TNCC Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (19/9/2022) ini, juga memutuskan menguatkan putusan sidang etik atas Ferdy Sambo sebelumnya.

"Memutuskan, ke satu menolak permohohan banding pemohon banding saudara Ferdy Sambo.

Kedua, menguatkan sidang Komisi Kode Etik Polri tanggal 26 Agustus 2022, atas nama pelanggar Irjen Pol Ferdy Sambo,

NRP: 73020260, jabatan Pati Yanma Polri," kata Inspektur Pengawasan Umum (Irswasum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto yang memimpin jalannya sidang banding seperti disiarkan di akun YouTube Polri TV, Senin (19/9/2022).

Yang selanjutnya kata Agung, Komisi Banding menjatuhkan sanksi etika berupa pelaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela.

"Dan sanksi administratif berupa PTDH sebagai anggota Polri. Demikian putusan Komisi Banding ini dibuat," katanya.

Dalam tayangan langsung yang disiarkan oleh Polri TV Radio, Agung terlihat didampingi Kadiv Propam Polri Irjen Syahar Diantono dan As SDM Polri Irjen Wahyu Widada.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan sidang banding ini menjadi upaya hukum terakhir bagi bekas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, lolos dari sanksi pemecatan sebagai polisi.

“Tidak ada, banding ini sifatnya final dan mengikat.

Tidak ada lagi upaya hukum, ini upaya hukum yang terakhir, harus clear dan harus tegas,” kata Dedi, Senin (19/9/2022).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved