Nasional Politik

Sekjen PDIP Semprot SBY: 'Pemilu 2009 Puncak Kecurangan Demokrasi RI, SBY Bertanggung Jawab'

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyinggung soal kecurangan dalam proses Pemilu 2009. Sebut SBY tak bertanggung jawab.

Editor: Frandi Piring
Kolase Tribun Manado/Foto Antara News/Kompas TV
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Sindir SBY soal Pemilu 2009 yang menjadi Puncak Kecurangan Demokrasi RI. Sebut SBY Tak Bertanggung Jawab. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Soal Pemilu 2009, DPP PDI Perjuangan ikut buka-bukaan soal kecurangan pemilu yang terjadi di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ).

Kali ini, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyinggung soal kecurangan dalam proses pesta demokrasi RI kala itu.

Sebagai informasi, dalam pergelarang Pemilu 2009, SBY terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia untuk periode keduanya.

Koalisi Partai Demokrat juga menjadi partai pemenang dalam Pemilu 2009.

Hasto Kristiyanto akhirnya menanggapi pernyataan SBY saat Rapimnas Partai Demokrat.

SBY mengaku dapat informasi ada tanda-tanda Pilpres 2024 bisa tidak jujur dan adil dan ada skenario jahat hanya ada dua pasangan capres dan cawapres.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai informasi tersebut sangat jauh dari yang dipikirkan oleh SBY.

Hasto Kristiyanto menegaskan pemerintahan Jokowi tidak pernah berpikir untuk membuat skenario jahat untuk memuluskan Pilpres 2024.

Termasuk membuat batasan pasangan Capres dan Cawapres di Pilpres 2024.

"Bisa tidaknya Demokrat bisa mencalonkan AHY dalam pilpres jangan dijadikan indikator sebagaimana tuduhan adanya skenario Pemerintahan Pak Jokowi untuk berbuat jahat dalam Pemilu.

Pak Jokowi tidak pernah punya pikiran batil sebagaimana dituduhkan Pak SBY," ujar Hasto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/8/2022).

Hasto juga mengkritisi pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu bahwa selama 10 tahun Demokrat memimpin tidak pernah melakukan kecurangan Pemilu. Menurutnya hal ini sangat mudah dipatahkan.

Pertama soal daftar pemilih tetap (DPT). Di era kepemimpinan SBY manipulasi DPT bersifat sangat masif.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved