Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hacker Bjorka

Akhirnya Terungkap Kronologi MAH Bantu Hacker Bjorka, Ngaku Nge-Fans dan Diberikan 100 Dolar Bitcoin

Simak kronologi pria asal Madiun bernama Muhammad Agung Hidayatullah alias MAH yang membantu hacker Bjorka.

Editor: Tirza Ponto
CSO via Tribunnews.com
Akhirnya Terungkap Kronologi MAH Bantu Hacker Bjorka, Ngaku Nge-Fans dan Diberikan 100 Dolar Bitcoin 

Channel Telegram tersebut ternyata diminati Bjorka hingga dibeli oleh hacker itu.

"Bjorka menghubungi saya, minta e-wallet saya lalu dibeli 100 dolar bitcoin," jelas MAH.

"Setelah itu sudah diambil alih sana, bukan saya lagi yang pegang. Jadi saya cuma upload tiga (konten) yang awal," lanjutnya.

Adapun tiga unggahan MAH yakni berjudul Stop Being Idiot, the next leaks will come from the president of Indonesia, dan support people who has stabbling by holding demonstration in Indonesia regarding the price fuel oil, i will publish myPertamina database soon.

Jual Channel Telegram untuk Bayar Kredit Motor

Diberitakan Kompas.com, MAH terpaksa menjual channel Telegram kepada Bjorka, karena untuk membayar angsuran kredit sepeda motor.

“Uang hasil penjualan channel itu saya gunakan untuk membayar angsuran sepeda motor Rp 800.000 dan membantu orang tua saya,” ujarnya, Sabtu.

Baca juga: Mahfud MD Ungkap Sudah Kantongi Identitas Hacker Bjorka, Singgung Alat Pelacak dan Motif

Prihatin, ibu dari Muhammad Agung Hidayatulloh. Ia berharap anaknya yang ditangkap polisi karena diduga sosok hacker Bjorka bisa segera pulang, Kamis (15/9/2022).
Prihatin, ibu dari Muhammad Agung Hidayatulloh. Ia berharap anaknya yang ditangkap polisi karena diduga sosok hacker Bjorka bisa segera pulang, Kamis (15/9/2022). (SURYA.CO.ID/Sofyan Arif Candra Sakti)

Selain itu, sisa uang hasil penjualan channel Telegram dipakai untuk membayar utang orang tuanya kepada orang lain.

MAH membeberkan, channel Telegramnya dijual kepada Bjorka sekitar tanggal 10 September dengan harga seratus dolar, dan pembayarannya dengan bitcoin.

Meski begitu, MAH mengaku bersalah karena memberikan sarana bagi Bjorka untuk mengunggah sesuatu.

"Saya memang salah karena memberi itu dan memberi sarana Bjorka untuk nge-post,” terangnya.

Diketahui, MAH sebelumnya ditangkap polisi dan diperiksa di Mapolsek Dagangan.

Menurut sang ibunda, Prihatin (48), anaknya bukanlah seorang hacker atau peretas.

Prihatin pun tidak mengetahui alasan penangkapan sang anak.

Saat penangkapan, MAH hanya berujar akan dibawa ke Polsek Dagangan oleh petugas.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved