Sitaro Sulawesi Utara

Sejumlah Sopir Angkutan Umum di Sitaro Mulai Menaikkan Tarif, Dishub Nilai Wajar dan Masuk Akal

Sejumlah sopir angkutan umum di Kepulauan Sitaro telah menaikkan tarif. Hal tersebut dilakukan menyusul kenaikan harga BBM.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses
Sejumlah angkutan umum luar Kota di Terminal Ulu Siau Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai menimbulkan dampak di masyarakat Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.

Salah satunya adalah kenaikan tarif angkutan umum, baik yang melayani rute dalam Kota Ulu maupun luar kota seperti Ondong maupun Peling.

Meski belum ada penetapan resmi dari pemerintah daerah, namun para sopir mengaku upaya menaikan tarif secara sepihak itu sebagai buntut dari naiknya harga Pertalite, Solar maupun Pertamax.

Kepada Tribunmanado.co.id, beberapa sopir angkutan umum luar kota yang melayani rute Ulu-Ondong-Peling menyebut tarif baru telah diberlakukan sepekan setelah pemerintah mengumumkan naiknya harga BBM.

"Sudah hampir dua minggu ini (tarif baru). Kami terpaksa menaikan tarif karena harga minyak sudah naik," kata Arnold dan Jerry, dua sopir angkutan umum jalur Ulu-Ondong-Peling, Jumat (16/9/2022).

Jika sebelumnya tarif angkutan umum trayek Ulu-Ondong dibandrol Rp 10 ribu per penumpang kini dinaikan menjadi Rp 15 ribu per penumpang.

Baca juga: Eks Bendahara Kampung Beeng Darat Sangihe Sulawesi Utara Jadi Tersangkan Kasus Korupsi

Baca juga: Wali Kota Manado Andrei Angouw Tiap Pekan Tinjau Revitalisasi Pasar Bersehati

Sedangkan tarif trayek Ulu-Peling yang biasanya Rp 15 ribu per penumpang kini meningkat Rp 5 ribu menjadi Rp 20 ribu per penumpang pasca naiknya harga BBM.

"Kalau tidak (menaikkan tarif, -red), otomatis kami sopir merugi. Ini kan sistem setoran, jadi BBM kami yang tanggung," jelas keduanya.

Dimintai tanggapannya, Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan Sitaro, Nico Mamahit, menyebut kenaikan tarif tersebut merupakan hal yang wajar.

Foto: Sejumlah angkutan umum luar Kota di Terminal Ulu Siau
Sejumlah angkutan umum luar Kota di Terminal Ulu Siau Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

"Memang kalau buat kita wajar, masuk akal juga. Yang penting itu tinggal pengertian dari pengguna jasa, masyarakat," ujar Mamahit saat dihubungi lewat telepon.

Hal itu, lanjut Mamahit akan menimbulkan persoalan ketika mendapatkan protes dari masyarakat dengan alasan belum adanya penetapan resmi dari pemerintah daerah.

"Tapi kalau masyarakat komplein karena alasan belum ditetapkan dengan keputusan bupati, ya berarti mereka (sopir) keliru," ungkap Mamahit.

Baca juga: Wakil Wali Kota Bitung Sulawesi Utara Bangga Bisa Semeja dengan Kasal Laksamana TNI Yudo Margono

Baca juga: Prakiraan Cuaca 33 Kota Besar Indonesia Sabtu 17 September 2022, Jambi Hujan Petir, Manado Cerah

Disinggung tentang upaya pemerintah daerah dalam melakukan penyesuaian tarif secara resmi, Mamahit bilang dalam waktu dekat akan segera dilakukan.

"Tapi kita ada jadwal full ke Pulau Biaro dulu dalam rangka kegiatan di sana. Jadi kami semua struktural semua mau ke Biaro. Tapi ada beberapa pejabat, terutama seksi angkutan untuk menyiapkan konsep SK Bupati sambil menunggu waktu pertemuan," terangnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved