Sangihe Sulawesi Utara

Eks Bendahara Kampung Beeng Darat Sangihe Sulawesi Utara Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Eks Bendahara Kampung Beeng Darat Sangihe Provinsi Sulawesi Utara Jadi Tersangkan Kasus Korupsi.

Penulis: Nelty Manamuri | Editor: Rizali Posumah
HO
Eks Bendahara Kampung Beeng Darat Sangihe Sulawesi Utara Jadi Tersangkan Kasus Korupsi 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Polres Sangihe akhirnya menetapkan inisial JFK (24) sebagai tersangka Penyalahgunaan Dana Desa (Dandes) tahun anggaran 2022.

JFK adalah Eks Bendahara Kampung Beeng Darat, Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara.

Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Deny WW Tompunuh SIK dalam Konfrensi Pers yang berlangsung di Aula Santika Satyawada Polres Sangihe menjelaskan, akibat perbuatan tersangka JFK, negara mengalami kerugian.

"Kerugian negara yang kami dapatkan dari hasil audit Inspektorat sebesar Rp 282.552.650.000 juta," kata Tompunuh, Kamis (15/09/2020).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sangihe  IPTU Revianto Andriz STrK mengungkapkan, penyalahgunaan Dandes ini terjadi pada tahun 2020 lalu.

Ia menjelaskan, tersangka selaku pejabat pengelola Dandes Kampung Beeng Darat diduga telah membelanjakan sebagian anggaran untuk keperluan pribadi atau tidak dapat mempertanggungjawabkan sebagian penggunaan anggaran tersebut.

Dari hasil audit berkala yang dilakukan oleh pihak inspektorat ditemukan bahwa JFK telah melaporkan bahwa di rumahnya telah terjadi pencurian.

"Namun dalam hal ini pihak Polres Kepulauan Sangihe langsung turun TKP dan ternyata tidak ada tanda-tanda bahwa terjadi tindak pidana pencurian,” ungkap Anriz.

Sehingga pihak Polres Kepulauan Sangihe dalam hal ini Unit Tipikor langsung membuat laporan informasi dan menindaklanjuti.

:Dan sudah diberikan waktu selama satu tahun untuk pemulihan saudari JFK agar mengembalikan Dandes tersebut. Namun tidak ada niat ataupun itikad baik dari saudari JFK."

“Dan sekarang sudah ditetapkan sebagai tersangka yang saat ini sudah dalam tahap penyidikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah akan masuk tahap 2,” beber Revianto.

Tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang RI nomor 20 tahun 2001.

"Ancamannya paling singkat 4 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara," ujar dia.

Selain itu, penyidik juga menerapkan pasal 8 undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi.

"Di mana pegawai negeri atau orang lain selain pegawai negeri yang menjalankan jabatan umum dengan sengaja atau melawan hukum menggelapkan atau membiarkan digelapkan oleh orang lain,” pungkas Kasat. (Nel)

Wali Kota Manado Andrei Angouw Tiap Pekan Tinjau Revitalisasi Pasar Bersehati

3 Tips Healing Terbaik yang Bisa Kamu Lakukan Sendiri Tanpa Harus ke Bali

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved