Brigadir J Tewas
Ternyata Putri Candrawathi Pernah Sampaikan Hal Ini ke Brigadir J, Roslin Simanjutak Kini Curiga
Putri Candrawathi ternyata sempat menyampaikan permintaan janggal sebelum Brigadir J tewas.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Putri Candrawathi ternyata sempat menyampaikan permintaan janggal sebelum Brigadir J tewas.
Permintaan janggal Putri Candrawathi tersebut disampaikan kepada keluarga Brigadir J.
Permintaan Putri Candrawathi tersbeut yaitu mengenai soal anak bayi.
Baca juga: Masih Ingat Carissa Puteri? Bagikan Momen Bahagia, Kabarnya Kini
Baca juga: Aturan Terbaru Naik Pesawat, Berlaku 14 September 2022, Simak Sebelum Terbang
Informasi tersebut diungkap bibi brigadir J, Roslin Simanjuntak.
Diketahui Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi memiliki empat orang anak dan yang paling kecil berusia 1,5 tahun.
Foto: Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Berhembus alasan Putri Candrawathi tak ditahan adalah karena alasan kesehatan dan dirinya memiliki anak yang masih balita.
Akan tetapi bibi Brigadir J, Roslin Simanjuntak mencurigai sosok balita tersebut.
Semua dipicu baru sadarnya Roslin Simanjutak dengan apa yang disampaikan Putri kepada keluarga Yosua beberapa waktu lalu.
Roslin Simanjutak, bibi Brigadir Yosua mengungkapkan bahwa keluarga Ferdy Sambo dan Putri pernah minta anak untuk diadopsi sebagai anak angkat.
Permintaan itu ganjil karena menurut Bibi Yosua, Putri dan Ferdy Sambo mengingini anak yang usianya masih bayi.
"Sempat minta saat Yosua setahun kerja di situ, mak ada nggak bapak ibu (Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi) mau adopsi anak, bapak itu nanya ke saya kalau ada dari keluarga kita," kata Roslin sambil menirukan bicara Brigadir Yosua, Rabu (7/9/2022).
Saat ada permintaan tersebut, pada waktu itu keluarga Brigadir Yosua berusaha untuk mencari anak yang bisa diadopsi.
Namun dari keluarga ibu marga Simanjutak maupun dari keluarga Ayah Hutabarat tidak ada anak yang bisa diadopsi, karena permintaannya adalah anak yang masih bayi.
"Keluarga kami nggak ada lagi yang bayi, karena mereka maunya yang bayi, adanya yang sudah SD, mereka nggak mau, akhirnya gak jadi," ujarnya.