KKB Papua

Nasib Para Pilot yang Datang ke Beberapa Bandara di Papua Terancam Teror KKB, IPI Minta Perlindungan

Terancam Teror KKB, IPI Minta Perlindungan untuk Nasib Para Pilot yang Datang ke Beberapa Bandara di Papua.

Editor: Frandi Piring
Foto Istimewa
Nasib Para Pilot yang Datang ke Beberapa Bandara di Papua Terancam Teror KKB, IPI Minta Perlindungan. KKB Papua sandera pilot dan penumpang pesawat Susi Air di Kabupaten Puncak, Papua. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nasib para pilot yang terbang ke daerah Papua disinggung Ikatan Pilot Indonesia ( IPI) di Papua.

Ketua Ikatan Pilot Indonesia ( IPI) Papua, Rama Noya meminta jaminan keamanan dari Pemerintah untuk para pilot yang menerbangkan pesawat untuk melayani masyarakat di seluruh Papua.

Permintaan itu disampaikan Rama Noya karena dalam kenyataan pesawat-pesawat perintis di Papua sering mendapat gangguan dari Kelompok Kriminal Bersenjata alias KKB Papua.

Terhitung ada 12 bandara di Papua sering mendapat gangguan KKB Papua.

Salah satunya adalah Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Berbicara pada acara Coffee Morning tentang implementasi keamanan penerbangan di Papua, di Sentani, Kabupaten Jayapura,

Sabtu 10 September 2022, Rama Noya mengatakan, tingkat keselamatan terhadap Pilot pesawat perintis di Papua sangatlah penting.

"Hal ini perlu dilakukan, karena para pilot sipil di Papua ini kerja untuk kemanusiaan, artinya kita bertugas untuk membantu masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan serta kebutuhan ekonomi dan sebagainya,

maka itu kita ingin agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu maka perlu ada jaminan keselamatan bagi mereka," kata Rama.

Menurutnya, sampai saat ini ada 12 bandara yang rawan di Papua, salah satunya Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

"Ini bisa menjadi perhatian dari otoritas, Paling tidak kalau lokasi ini dianggap rawan, maka harus ada pemberitahuan kepada pilot maupun operator bahwa memang lapangan terbang tersebut itu tidak aman,

sehingga tidak terjadi lagi adanya ancaman bagi pilot maupun pesawat," ujarnya.

Hingga saat ini masih terdapat sebagian daerah di Papua belum bisa dijangkau oleh transportasi darat,

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved