Manado Sulawesi Utara

GTI Minta Kapolda Sulut Serius Tangani Mafia Tanah, Risat Sanger: Banyak Kasus Terdiam di Polisi 

GTI Sulut dan JAN Sulut mendesak Kapolda Sulut menindak semua mafia tanah. Bagi mereka, ada beberapa kasus tanah yang mandeg di kepolisian.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Nielton Durado
Ketua GTI Sulut, Risat Sanger dan Koordinator JAN Sulut, Horas Napitupulu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Garda Tipikor Indonesia Wilayah Sulawesi Utara (GTI Sulut) dan Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) Sulut siap memerangi mafia tanah yang ada di Bumi Nyiur Melambai. 

Hal ini sebagaimana ditegaskan Ketua GTI Sulut, Risat Sanger dan Koordinator JAN Sulut, Horas Napitupulu saat konferensi pers, Rabu (7/9/2022). 

“Hari ini kita melakukan jumpa pers untuk menyampaikan bahwa kami siap untuk memerangi mafia tanah di Sulawesi Utara," tegas Risat Sanger

Dikatakan Risat bahwa pihaknya menerima laporan dari warga yang diduga menjadi korban dari mafia tanah di pihak kepolisian, baik di Polda Sulawesi Utara maupun di beberapa polres di kabupaten/kota. 

Karena itu, ia meminta kepada Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Mulyatno, untuk mencoba mengevaluasi, melihat dan meninjau kembali laporan-laporan yang diduga berjalan di tempat.

“Untuk itu kami dengan tegas meminta kepada Kapolda Sulawesi Utara untuk meninjau kembali,” Risat menambahkan.

Ia juga mengatakan bahwa salah satu laporan akan coba didalami adalah laporan tentang pengusaha di Kota Manado berinisial RS alias Ridwan. 

Setelah menghimpun beberapa data dari Badan Pertanahan Nasional di Kota Manado dan Sulut, pihaknya menemukan beberapa data pembanding yang memenuhi syarat untuk ditindaklanjuti penyelidikannya.

“Untuk itu apabila permintaan kami tidak ditanggapi, maka kami akan menggerakkan anggota kami turun ke jalan menyampaikan aspirasi bahwa kami siap memerangi mafia tanah di Sulawesi Utara,” imbuhnya.

Dia juga meminta kepada Menteri ATR/BPN, Hadi Tjahjanto, untuk mengaudit hak guna usaha yang ada di Bolaang Mongondow Raya (BMR), Minahasa Selatan, dan beberapa tanah di Bitung, Minahasa Utara, dan Kota Manado. 

Baca juga: Sosok 3 Kapolda yang Diduga Terlibat Kasus Ferdy Sambo, Ada yang Berani Temui Pengacara Brigadir J

Baca juga: On Ma-eum Todays Webtoon Pakai Scarlett Whitening, Felicya Angelista: Bikin Happy Banget Yakan

“Terutama yang akan kami prioritaskan adalah di Manado. Karena di Kota Manado ini kami tengarai banyak sekali persoalan yang berjalan di tempat khususnya sengketa-sengketa tanah ini,” terang Risat.

Ia turut mengomentari soal hukuman yang telah menimpa seorang wartawan berinisial AM alias Arthur. 

Dia turut minta ke aparat penegak hukum agar meninjau kembali kasus tersebut.

“Karena yang kami lihat adalah dugaan publikasi yang dilakukan oleh Arthur adalah bukti otentik yang mengarahkan dugaan sengketa tanah yang menggambarkan adanya keterlibatan mafia tanah," kata dia. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved