Sitaro Sulawesi Utara

Pemkab Sitaro Sulawesi Utara Ajukan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 ke DPRD

Pemkab Sitaro Provinsi Sulawesi Utara Ajukan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 ke DPRD.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses
Suasana rapat paripurna DPRD dalam rangka penjelasan Ranperda Perubahan APBD tahun 2022, Sitaro, Sulawesi Utara. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 bakal bergulir di DPRD Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara.

Hal itu ditandai dengan diajukannya penjelasan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 oleh pemerintah daerah yang disampaikan langsung Bupati Evangelian Sasingen, Senin (5/9/2022).

Dalam penjelasannya, Sasingen menerangkan besaran Pendapatan Daerah pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022  yang mengalami penurunan sebesar Rp 2.982.786.810 dari Rp target semula pada APBD tahun 2022 sebesar Rp 563.753.970.533 menjadi Rp 560.771.183.723.

Dimana Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp 31.183 812.056 meningkat sebesar Rp 3.533.447.163 atau 11 persen dibandingkan APBD Induk tahun 2022 sebesar Rp 27.650.364.893.

Pendapatan transfer direncanakan sebesar Rp 526.987.371.667 turun sebesar Rp 6.516.233.973 atau 1,22 persen dibandikan APBD Induk 2022 sebesar Rp 533.503.605.640.

Sementara untuk Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah direncanakan sama seperti dengan APBD Induk tahun 2022 sebesar Rp 2.600.000.000.

Untuk item Belanja Daerah pada APBD Induk Tahun 2022 Rp 582.141.217.971 direncanakan meningkat sebesar Rp Rp 32.149.293.621 atau 5,23 persen menjadi Rp 614.290.511.592 pada Perubahan APBD tahun 2022.

Komponen Belanja Operasional pada APBD Induk tahun 2022 direncanakan sebesar Rp 399.741.864.654 meningkat sebesar Rp 23.586.105.160 atau 5,57 persen menjadi Rp 423.327.969.814 pada Perubahan APBD tahun 2022.

Sementara itu, total Belanja Modal pada APBD Induk tahun 2022 sebesar Rp 76.343.286.697 meningkat sebesar Rp 10.062.118.889 atau 11,65 persen menjadi Rp 86.405.405.785 pada Perubahan APBD 2022.

Selanjutnya Belanja Tidak Terduga pada APBD Induk tahun 2022 sebesar Rp 9.400.000.000 turun sebesar Rp 2.100.000.000 atau 22,34 persen menjadi Rp 7.300.000.000 pada Perubahan APBD tahun 2022.

Belanja Transfer pada APBD Induk tahun 2022 sebesar Rp 96.656.066.421 meningkat sebesar Rp 601.069.572 atau 0,62 persen menjadi Rp 97.257.135.993 pada Perubahan APBD 2022.

Penerimaan Pembiayaan Daerah pada Perubahan APBD tahun 2022 direncanakan sebesar Rp 55.519.327.869 dibandingkan target SILPA yang sebelumnya dianggarkan pada APBD Induk tahun 2022 sebesar Rp 20.387.247.438.

Pengeluaran Pembiayaan Daerah direncanakan pada APBD Induk tahun 2022 yakni Rp 2.000.000.000 yang terdiri dari Pembentukan Dana Cadangan sebesar Rp 1.000.000.000 dan Penyertaan Modal Daerah Rp 1.000.000.000.

"Perlu disampaikan bahwa Ranperda Perubahan APBD ini telah melewati satu tahapan yaitu harmonisasi di Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Utara," terang Sasingen.

Hadir dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Djon Janis itu antara lain para Wakil Ketua DPRD bersama Anggota, Wakil Bupati John Palandung dan jajaran pemerintah daerah. (HER)

Kaum Remaja Jompo, Ini 6 Alasan Penyebab dan Cara Mengatasi Menurut Dokter Dien Kalbu Ady

Pemkab Kepulauan Sitaro Ajukan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 ke DPRD

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved