Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pembunuhan di Subang

Baru Terungkap Ternyata Ada Lubang dan Tangga ke Arah Atap Rumah TKP Pembunuhan Ibu dan Anak

Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang atau dikenali dengan kasus Subang sudah berjalan lebih dari 1 tahun.Baru terungkap fakta baru

Editor: Indry Panigoro
Capture YouTube Misteri Mbak Suci
Baru Terungkap Ternyata Ada Lubang dan Tangga ke Arah Atap Rumah TKP Pembunuhan Ibu dan Anak 

Yang mana, kantor yayasan tersebut merupakan tempat tinggal kedua korban yang menjadi lokasi TKP pembunuhan Tuti dan Amel.

Kasus Subang Terkini, Pelaku Psikopat, Alat yang Digunakan untuk Membunuh Tuti dan Amalia Ditemukan. Tim Forensik berikan penjelasan kecocokan alat bukti yang digunakan untuk menghabisi kedua korban dan sebut pelaku psikopat.
Kasus Subang Terkini, Pelaku Psikopat, Alat yang Digunakan untuk Membunuh Tuti dan Amalia Ditemukan. Tim Forensik berikan penjelasan kecocokan alat bukti yang digunakan untuk menghabisi kedua korban dan sebut pelaku psikopat. (Kolase Foto Handout)

Terjawab kenapa jasad kedua korban dimandikan pelaku

Ahli forensik dari Mabes Polri, Kombes Pol dr Sumy Hastry Purwanti menilai sosok pelaku perampasan nyawa ibu dan anak di Subang diduga kuat sosok yang sangat berhati-hati dan waspada.

Hal tersebut diungkap Kombes Pol dr Sumy Hastry Purwanti dalam perbincangannya di kanal Youtube milik Denny Darko.

Pelaku yang paham ilmu forensik dan bertindak dengan hati-hati menjadi penyebab lamanya kasus Subang yang merenggut nyawa Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu terungkap.

Pahamnya pelaku kasus Subang akan pengetahuan forensik ini terungkap dari minimnya jejak pembunuhan tersebut.

Bahkan di jenazah Tuti dan Amalia sudah tak ditemukan sidik jari.

Sidik jari di tubuh Tuti dan Amalia hilang karena jenazah keduanya lebih dulu dibersihkan oleh pelaku.

Kondisi jenazah Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu saat ditemukan di dalam bagasi mobil memang sudah bersih.

Disebut dokter Hastry, sidik jari dalam tubuh memang bisa hilang jika dibersihkan dengan sabun.

Dengan demikian sudah jelas maksud pelaku perampasan nyawa memandikan jenazah Tuti dan Amalia adalah untuk menghilangkan jejak.

Seperti diketahui, pelaku memandikan dan membersihkan jenazah keduanya sebelum memasukkan ke dalam mobil Alphard yang diparkir di depan rumah mereka di Dusun Ciseuti, Subang, Jawa Barat.

Selain sudah memandikan, pelaku juga mengelap sejumlah tempat di tempat kejadian perkara atau TKP, termasuk di antaranya setir mobil dan pintu-pintu.

Tak mengherankan jika dr Hastry mengakui bahwa pelaku memiliki ilmu pengetahuan luar biasa dan sangat paham dunia forensik.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Sumy Hastry Purwanti
Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Sumy Hastry Purwanti (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA/KOMPAS/ P RADITYA MAHENDRA YASA)

Menurutnya, hal itu dimungkinkan karena saat ini sangat mudah mengakses pengetahuan tentang forensik.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved