Berita Nasional

Sosok Kapolres Bandara Soetta Akhirnya Dipecat dari Polri, Kombes Edwin Terima Uang Kasus Narkoba

Hasilnya, Edwin dipecat melalui sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Dia dipecat lantaran diduga tidak profesional dan menyalahgunakan wewenang.

Dok. Humas Polri
Sosok Kapolres Bandara Soetta Akhirnya Dipecat dari Polri, Kombes Edwin Terima Uang Kasus Narkoba 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polri memecat atau menjatuhkan hukuman Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada eks Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Edwin Hatorangan Hariandja.

Pemecatannya terkait kasus penyalahgunaan narkoba.

Pemecatan dilakukan setelah proses sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

Baca juga: Satu Orang Tersangka Kasus penganiayaan WNA di Munte Minsel Sulawesi Utara Masih Buron

Edwin dinilai tidak profesional dan menyalahgunakan wewenangnya ketika menjabat.

Mantan Kapolres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Kombes Pol Edwin Hatorangan Hariandja dilakukan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) lantaran tidak profesional dan menyalahgunakan wewenang.

Hasilnya, Edwin dipecat melalui sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

Dia dipecat lantaran diduga tidak profesional dan menyalahgunakan wewenang.

"Berdasarkan hasil sidang KKEP terduga pelanggar terbukti telah melakukan ketidakprofesionalan dan penyalahgunaan wewenang sehingga komisi memutuskan sanksi bersifat etika yaitu perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela, dan sanksi administratif berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) sebagai anggota Polri," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Rabu (31/8/2022).

Edwin selaku atasan penyidik tidak mengawasi dan mengendalikan terkait penanganan perkara Laporan Polisi Nomor: LP/103/K/VI/2021/RESTA BSH tanggal 30 Juni 2021 yang ditangani oleh penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soetta.

Menurut Dedi, proses penyidikan yang dilakukan oleh anggotanya tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Selain itu, Kombes Edwin juga diduga menerima uang dari Kasat Reserse Narkoba yang berasal dari barang bukti yang disita dari penanganan kasus sebesar USD 225 ribu dan SGD 376 ribu yang digunakan untuk kepentingan pribadi.

Atas hal tersebut, Kombes Edwin bersama 10 anggotanya menjalani sidang kode etik yang berlangsung pada Selasa, 30 Agustus 2022 di ruang Sidang Divpropam Polri Gedung TNCC lt 1 Mabes Polri.

Atas putusan tersebut, Kombes Edwin menyatakan banding.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved