Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

Eropa Harus Turunkan Harga Gas Jika Tak Ingin Alami Musim Dingin Mengerikan

Eropa harus segera bergerak untuk menurunkan harga gas jika tidak ingin mengalami musim dingin mengerikan. Kini, pasokan gas dari Rusia terbatas.

Editor: Isvara Savitri
IST
Iustrasi badai salju. Eropa diperkirakan mengalami musim dingin mengerikan jika tak menurunkan harga gas. 

Jerman - importir gas Rusia terbesar pada 2020 - telah berlomba untuk meningkatkan cadangan gasnya sebelum musim dingin, meskipun Rusia memotong pengiriman.

Tujuannya adalah untuk mengisi kapasitas gasnya hingga 85 persen pada Oktober.

Negara industri terbesar Eropa ini telah menerapkan langkah-langkah hemat energi untuk melakukannya.

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck mengatakan langkah-langkah tersebut, bersama dengan pembelian gas dari pemasok alternatif, telah memungkinkan Jerman memenuhi tujuannya lebih cepat dari yang diantisipasi.

Dia memperkirakan target 85 persen sudah bisa tercapai pada awal September.

Baca juga: Nasib Putri Candrawathi Diduga Ahli Emosi Tertekan, Tidak Berani Tatap Ferdy Sambo saat Rekonstruksi

Baca juga: Hengky Honandar: Pemkot Bitung Sulawesi Utara Ikut Langkah Pusat Kendalikan Inflasi Daerah

Perdana Menteri Belgia Alexander de Croo pekan lalu memperingatkan bahwa orang harus "mengharapkan yang terbaik dan bersiap untuk yang terburuk".

Dan Perdana Menteri Perancis Elisabeth Borne mengatakan kepada para pemimpin bisnis pada Senin (29/8/2022) untuk menyerahkan rencana penghematan energi bulan depan - jika tidak, akan ada penjatahan.(*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Peringatan Musim Dingin Eropa: Tanpa Gas yang Memadai Akan Mengerikan".

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved