Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Akhirnya Terungkap Reaksi Komnas HAM Soal Hasil Autopsi Kedua Brigadir J, Tak Ada Penganiayaan

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengaku tak heran jika hasil autopsi ulang jenazah Brigadir J tak mengindikasikan adanya unsur penyiksaan.

Editor: Tesalonika Geatri
Kolase Foto Tribun Manado/Handout
Brigadir J alias Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

"Kalau melindungi diri atau nggak, saya nggak tahu. Tapi memang sesuai analisa kami terkait anak lintasan anak peluru itu juga memang sesuai dengan arahan lintasannya ketika keluar dari tubuh tersebut," ucap Ade.

Ade juga memastikan jika kuku Brigadir J tidak dicabut.

"Nggak (benar), nggak kuku dicabut, nggak sama sekali," kata Ade.

Terkait dengan kabar yang menyebut otak jenazah Brigadir J berpindah ke perut, tim forensik memberi penjelasan.

Ade mengatakan, ada sejumlah pertimbangan ketika jenazah yang sudah melalui proses otopsi akan ditransportasikan.

Namun demikian, Ade memastikan, tak ada organ tubuh yang hilang dari jenazah Yosua.

"Semua tindakan otopsi, organ-organ itu akan dikembalikan ke tubuhnya," ujar Ade.

"Namun memang harus ada pertimbangan-pertimbangan baik itu misalnya adanya bagian-bagian tubuh yang terbuka, sehingga pada saat jenazah itu akan ditransportasikan akan dilakukan pertimbangan-pertimbangan seperti itu," jelasnya.

Tanggapan Komnas HAM

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengaku tak heran jika hasil autopsi ulang jenazah Brigadir J tak mengindikasikan adanya unsur penyiksaan.

Irjen Ferdy Sambo dan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik.
Irjen Ferdy Sambo dan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. (Kolase Tribun Manado/HO/Tribunnews.com/Fersianus Waku)

"Saya kira tidak ada yang mengherankan buat kami ketika hasilnya (autopsi ulang) memang semata-mata itu hasil kematian karena tembakan," ujar Taufan kepada awak media di Gedung Nusantara II DPR setelah Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III, Senin (22/8/2022) malam.

Dia mengatakan bahwa sejak hasil autopsi pertama, dirinya yakin tak ada penyiksaan terhadap Brigadir J.

Taufan menyayangkan banyak yang masyarakat yang meragukan kerja ahli forensik di autopsi pertama.

"Saya kan dari awal bilang gitu (tidak ada penyiksaan), tapi kan publik mempunyai suara meragukan hasil autopsi pertama. Ya kita legowo lah, kita tunggu, sekarang kita lihat hasil autopsi kedua apa? Sama kan seperti hasil autopsi pertama," lanjutnya.

Taufan menambahkan, sebaiknya nama-nama dokter forensik yang melakukan autopsi pertama segera dipulihkan. Menurutnya, mereka telah dijatuhi tuduhan yang tak adil.

Halaman
1234
Sumber: TribunMedan.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved