Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

Hari ke-12 Operasi Nyiur Melambai, Ditlantas Polda Sulawesi Utara Tindak Pelanggar Lalu Lintas

Direktorat lalu lintas Polda Sulawesi Utara tengah melaksanakan kegiatan operasi Nyiur Melambai Samrat 2022.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Chintya Rantung
Ist
Operasi Nyiur Melambai sudah memasuki hari ke- 12. Adapun kegiatan yang dilaksanakan berupa Sosialisasi kepada masyarakat, memberikan teguran hingga tilang kepada pelanggar aturan berlalu lintas 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Direktorat lalu lintas Polda Sulawesi Utara tengah melaksanakan kegiatan operasi Nyiur Melambai Samrat 2022.

Operasi Nyiur Melambai sudah memasuki hari ke- 12.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan berupa Sosialisasi kepada masyarakat, memberikan teguran hingga tilang kepada pelanggar aturan berlalu lintas.

Pihak kepolisian terus melakukan penindakan kepada para pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.

Sebelumnya Kasubdit Gakum AKBP Roy Tambajong mengatakan dalam operasi kali ini, Polda Sulut menyasar kendaraan yang tidak menggunakan plat nomor kemudian tidak menggunakan helm dan knalpot racing yang sangat-sangat mengganggu.

"Ketiga target ini sekarang lagi giat-giatnya kita untuk melakukan penertiban sehingga warga masyarakat tentunya menilai bahwa apa yang mereka lakukan atau pelanggaran ini bukan main-main," jelas Kasubdit Gakum AKBP Roy Tambajong Senin (15/8/2022).

Tak hanya itu, Lantas Polda Sulut pun menargetkan pengendara yang masih dibawah umur, kemudian yang melawan arus serta yang tidak menggunakan sabuk pengaman.

Menurutnya operasi nyiur melambai yang sudah berjalan ini berdampak positif.

"Kalau kita ambil perbandingan tahun lalu tahun lalu kejadian untuk selama seminggu itu ada 20 kasus kecelakaan lalu lintas dan tahun ini hanya 17 kasus," jelasnya.

Kemudian untuk luka ringan tahun ini hanya kasus sama dengan tahun sebelumnya.

Untuk luka berat 1 kasus dan tahun ini, berbeda dengan tahun sebelumnya 2 kasus.

Sementara itu angka korban meninggal dunia mengalami kenaikan dari 24 kasus menjadi 27 kasus.

"Tapi secara umum ya kalau kita melihat kualitas kecelakaan ini agak ada terjadi penurunan karena dari jumlah juga boleh kita tekan nah ini harapan tentunya dengan operasi ini ke depan lebih menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran sehingga masyarakat secara umum dapat berinteraksi di jalan dengan baik dan jaringan transportasi tentunya bisa terjadi,"jelasnya.

Dia pun memberikan kepada para pengendara
selama operasi ini berjalan sampai ke depannya masyarakat tetap sadar bahwa protokol kesehatan itu yang paling utama.

Kemudian tertib lalu lintas itu wajib untuk kita lakukan secara bersama.

"Karena dengan kita tertib lalu lintas tentunya kita akan memberikan keselamatan kepada orang lain karena keselamatan itu datang dari orang dari perilaku kita masing-masing bukan dari orang lain semua kita tertib dalam berlalu lintas pasti keselamatan itu akan terjadi,"jelasnya. (Ren)

Baca juga: Mobil Pick Up Hangus Terbakar di Kelurahan Mahawu Manado Sulawesi Utara, Diduga Hubungan Arus Pendek

Baca juga: Kompetisi Milland Billiard 9 Ball Competition Tuntas, Rivo Abast dan Claudia Warouw Jawara

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved