Sitaro Sulawesi Utara

PDAM Sitaro Sulawesi Utara Layani 3.214 Sambungan Rumah Dengan 13 Mesin Pompa

Pemerintah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terus berupaya optimal dalam penyediaan layanan air bersih

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Chintya Rantung
Vian Hermanses/tribunmanado.co.id
Instansi pompa air Akelabo milik PDAM Sitaro 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendasar bagi masyarakat.

Untuk itu, diperlukan pelayanan khusus dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Dalam kaitan itu, Pemerintah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terus berupaya optimal dalam penyediaan layanan air bersih.

Data mencatat, hingga saat ini PDAM Kabupaten Sitaro miliki 3.214 Sambungan Rumah atau SR yang harus dilayani untuk kebutuhan air bersih.

Meski begitu, tak sedikit pula pelanggan atau SR yang kini tidak lagi aktif dalam memanfaatkan layanan dari PDAM Kabupaten Sitaro.

"Dari 3.214 SR, ada seribuan yang tidak aktif lagi. Kebanyakan sudah menunggak pembayaran sehingga kami segel. Ada juga yang putuskan sambungannya," beber Kepala Bagian Teknik PDAM Sitaro, Jansen Karundeng, Kamis (18/8/2022).

Untuk melayani sambungan rumah tersebut, pihak PDAM Kabupaten Sitaro mengoperasikan 13 unit mesin pompa yang tersebar di beberapa daerah di Sitaro.

Selain mengandalkan mesin pompa, PDAM Sitaro juga menggunakan metode gravitasi dalam melayani kebutuhan air bersih masyarakat.

"Untuk wilayah Siau itu ada sembilan mesin pompa, Tagulandang dua mesin dan Makalehi dua mesin. Ada pula beberapa wilayah yang menggunakan sistem gravitasi," kata Karundeng.

Banyaknya mesin pompa yang digunakan PDAM Sitaro dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat membuat perusahaan daerah tersebut harus menggelontorkan biaya operasional mencapai Rp 40 juta setiap bulannya khusus untuk pembayaran listrik.

"Mesin kami masih bergantung pada tenaga listrik. Jadi memang biaya operasional perusahaan, khususnya untuk membayar listrik cukup besar," bebernya.

Guna menutupi besarnya biaya operasional mesin pompa, Karundeng menyebut pihak perusahaan harus maksimal dalam melakukan penagihan kepada pelanggan.

"Cara yang paling efektif adalah dengan naik turun rumah untuk penagihan biaya pelanggan. Ini (penagihan) jadi sumber pendapatan utama perusahaan," lanjutnya sembari menambahkan biaya yang dipungut bagi setiap pelanggan, yakni sebesar Rp 3.700 per kubik. (HER)

Baca juga: Selang 2022 Dinkes Sitaro Sulawesi Utara Temukan 23 Penderita Kusta, Berikut Data 5 Tahun Terakhir

Baca juga: Wagub Sulawesi Utara Steven Kandouw Optimistis SUTT Transmisi 150 kV Likupang Siap Operasi November

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved