Brigadir J Tewas
40 Hari Kepergian Brigadir J, Sang Ibu Sakit Hati hingga Minta Pendeta Doakan Putri Candrawathi
Ia datang dengan menangis dan hati yang pilu. Ia turut membawa foto Brigadir Yosua yang mengenakan pakaian polisi lengkap dengan pangkat di pundak.
Setelah berdiskusi panjang dengan kuasa hukum, dengan banyak pertimbangan, akhirnya permohonan tidak diajukan hingga saat ini.
Putri Alami gangguan Kesehatan Jiwa
Di lain sisi, istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi masih menangis dan mengurung diri.
Ia masih satu kali muncul di depan publik saat menjenguk Ferdy Sambo yang ditahan di Mako Brimob saat ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat.
Putri memberikan keterangan di depan awak media sambil menangis. Ia mengatakan tetap mencintai suaminya.
Putri Candrawathi belum ditetapkan tersangka, meski memberikan laporan palsu ke Polri. Ia mengaku mendapatkan pelecehan dari Brigadir Yosua pada 8 Juli 2022.
Namun kenyataannya, semua itu bohong. Timsus bentukan Kapolri tidak menemukan tindakan pelecehan di hari itu.
Usai tampil di depan Mako Brimob, Putri tak kunjung muncul lagi.
Namun sebelumnya, tidak ada satu pun lembaga dan polisi yang bisa memeriksa Putri karena mengaku masih syok.
LPSK dan Komnas HAM mengatakan tidak mendapatkan keterangan dari ibu empat anak ini. Karena, Putri hanya menangis dan mengatakan malu untuk mengungkapkan motif dari pembunuhan Brigadir Yousa hingga menyeret 63 personel polisi diperiksa. Selain itu, dua ajudannya, Bripka RR dan Bharada E dan satu ARTnya KM ikut ditetapkan sebagai tersangka.
Kabar terbaru dari Putri Candrawathi kembali diungkap oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
LPSK menyatakan mulai melihat tanda dan gejala masalah kesehatan jiwa yang dialami oleh Putri Candrawathi.
Hal itu didasari atas has pemeriksaan medis psikiatri serta tim psikologis oleh LPSK pada Selasa (9/8/2022) lalu.
"Pemohon (Putri Candrawathi) telah menjalani pemeriksaan medis (psikiatri) dan psikologis oleh LPSK pada Selasa, 9 Agustus 2022. Dari hasil pemeriksaan dan observasi, didapatkan kumpulan tanda dan gejala masalah kesehatan jiwa," kata Wakil Ketua LPSK Susilaningtias saat konferensi pers di Kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (15/8/2022).
Atas pemeriksaan tersebut, tim psikolog dari LPSK menyimpulkan kalau Putri Candrawathi tidak memiliki kompetensi psikologis yang cukup memadai untuk menjalani pemeriksaan dan memberikan keterangan.
Oleh karenanya saat tim psikolog LPSK melakukan pemeriksaan assessment psikologis, kata Susi, pihaknya tidak dapat menerima keterangan apapun dari Putri Candrawathi.
"Pemohon tidak dapat disimpulkan untuk memenuhi kriteria untuk dapat dipercaya terkait peristiwa kekerasan seksual, percobaan pembunuhan, tempus dan locus, karena tidak diperoleh keterangan apapun sebagai akibat dari kompentensi psikologis yang tidak memadai," ucap Susi.
Hal ini juga menjadi salah satu aspek permohonan perlindungan yang dilayangkan Putri Candrawathi tidak dikabulkan oleh LPSK.
Sebab hingga hari ini sejak permohonan itu diajukan yakni pada 14 Juli 2022 kemarin, LPSK tidak bisa menerima keterangan apapun dari Putri Candrawathi.
"Teridentifikasi memiliki masalah psikologis yang belum dapat dikaitkan sebagai terduga korban kekerasan seksual dan terduga saksi percobaan pembunuhan," tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Kesedihan-di-wajah-Rosti-Simanjuntak-ibunda-Yosua-Hutabarat-saat-di-depan-peti-jenazah-anaknya.jpg)