Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sosok Poengky Indarti Komisioner Kompolnas yang Dihasut Irjen Ferdy Sambo, Ini Prestasinya

Inilah profil dan biodata Poengky Indarti yang sempat dihasut oleh Irjen Ferdy Sambo agar percaya skenario pembunuhan Brigadir J

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
Istimewa
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti 

Poengky Indarti menceritakan bahwa perjalanan karirnya justru bermula sebagai aktivis HAM di LBH Surabaya pada tahun 1991.

Saat itu, dia menjabat divisi yang membela kalangan perburuhan.

"Disitu saya digembleng sebagai aktivis Hak Asasi Manusia yang peduli pada masyarakat yang termarjinalkan serta berjuang menentang pembungkaman pada masa Orde Baru," kata Poengky, seperti dilansir dari Tribunnews dalam artikel 'Poengky Indarti'.

Poengky muda sejatinya telah aktif menjadi bagian relawan LBH Surabaya sejak masih aktif kuliah S1 di Fakultas Hukum Universitas Airlangga.

Usai lulus pada 1993, ia kemudian terpilih menjadi staf divisi buruh LBH Surabaya.

Dari tahun 1993 hingga tahun 2016, Poengky terus aktif berbagai kegiatan organisasi aktivis pembela buruh dan HAM.

Tercatat ia pernah tergabung dalam bagian YLBHI hingga IMPARSIAL.

Selanjutnya pada 2016, Poengky mencoba untuk mendaftarkan diri sebagai Komisioner Kompolnas.

Hal yang mendorongnya adalah pengalaman dan minatnya di bidang HAM dan reformasi sektor keamanan.

Bahkan, Poengky yang merupakan perempuan satu-satunya sebagai Komisioner Kompolnas terpilih mengemban jabatan selama dua periode hingga 2024 mendatang.

"Alhamdulillah saya dipilih oleh Presiden Joko Widodo menjadi Anggota Kompolnas pada periode 2016-2020, dan kembali dipilih beliau untuk menjadi Anggota Kompolnas periode 2020-2024.

Saya merupakan satu-satunya perempuan dari 9 Komisioner Kompolnas," jelasnya.

Bagi Poengky, Kompolnas sebagai komisi yang diberi mandat sebagai pengawas fungsional Polri mempunyai tugas yang sangat penting, yaitu membantu Presiden dalam menetapkan arah kebijakan Polri dan memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pengangkatan dan pemberhentian Kapolri.

"Sebagai pelaksanaan mandat Reformasi di Indonesia pada tahun 1998, Reformasi Polri sangat penting. Oleh karena itu sebagai Anggota Kompolnas, saya berharap Kompolnas dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya untuk mendukung keberhasilan Reformasi Polri agar Polri menjadi makin profesional dan mandiri," jelasnya.

Ia mengharapkan masyarakat dapat membantu aktif memberikan saran dan masukan untuk penguatan dan profesionalitas dan Kemandirian Polri.

Sumber: Surya
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved