Berita Sulut

Bubarkan BUMN Bermasalah, Ketum Manguni Indonesia Apresiasi Kinerja Menteri BUMN Erick Tohir

Ketum Ormas adat Manguni Indonesia, Recky Roger Koraag mengapresiasi terhadap kinerja Menteri BUMN Erick Tohir

Editor: David_Kusuma
Dok Pribadi
Ketua Umum Organisasi Masyarakat Adat Manguni Indonesia, Recky Roger Koraag 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Organisasi Masyarakat (Ormas) adat Manguni Indonesia, Recky Roger Koraag mengapresiasi kinerja Menteri BUMN Erick Tohir yang melakukan "bersih-bersih" BUMN bermasalah.

"Apresiasi atas kinerja dari menteri BUMN Erick Tohir dalam program beliau menata kementerian BUMN terutama BUMN bermasalah yakni merupakan perusahaan milik pemerintah yang sudah tidak bisa lagi dikembangkan. Penyebabnya antara lain karena BUMN tersebut merugi, memiliki utang besar, hingga akhirnya dinyatakan bangkrut atau pailit.  Sehingga langkah Menteri BUMN Erick Tohir membubarkan BUMN bermasalah adalah langkah yang sangat baik," kata Koraag, kepada wartawan Kamis (11/08/22) kepada wartawan.

Lanjut Koraag, langkah Menteri BUMN Erick Tohir sudah tepat sekali, sebagai contoh pembubaran BUMN salah satunya adalah PT Istaka Karya.

Perusahaan ini dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melaluio putusan nomor 26/Pdt.Sus-Pembatalan Perdamaian/2022/PN Niaga Jkt.Pst Jo. 

Berdasarkan data PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), di tahun 2021, utang Istaka Karya mencapai Rp 1,08 triliun. Namun, ekuitas perusahaan minus Rp 570 miliar dan total aset perusahaan tercatat Rp 514 miliar. 

Ketua Umum Organisasi Masyarakat Adat Manguni Indonesia, Recky Roger Koraag
Ketua Umum Organisasi Masyarakat Adat Manguni Indonesia, Recky Roger Koraag (Dok Pribadi)

"Sungguh bangga dengan Menteri BUMN Erick Tohir yang membubarkan BUMN dengan kondisi keuangan yang tidak menguntungkan dan terus merugi merupakan alasan pembubaran BUMN itu," ujarnya.

Ketum Ormas adat kebanggaan Provinsi Sulawesi Utara yang berkedudukan di Jakarta ini, menyatakan bahwa bersih-bersih BUMN ala Erick Thohir ini telah menguntungkan yang dahulu hanya Rp13 Triliun, namun saat ini telah mencapai Rp126 Triliun.

"Menteri BUMN Erick Thohir dengan langkah bersih-bersih perusahaan plat merah telah menghasilkan laba optimal. Luar biasa yang dilakukan Menteri Erick laba bersih perusahaan pelat merah sebesar Rp126 triliun merupakan hasil 'bersih-bersih' dan transformasi BUMN dan ini patut seluruh masyarakat Indonesia apresiasi Menteri BUMN yang brilian ini," jelasnya sembari menyambung sangat setuju bahwa bersih-bersih yang dimaksud berupa pencegahan tindak pidana korupsi di internal BUMN.

"Ini langkah yang patut dibanggakan, dan imbasnya terhadap kinerja manajemen yang dinilai profesional dan transparan," tutup Koraag. (vid)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved