Brigadir J Tewas

Kapolri Jenderal Listyo Buktikan Janjinya: 'Kalau Tak Mampu Bersihkan Ekor, Kepalanya Saya Potong'

Ungkap Ferdy Sambo jadi tersangka pembunuhan Brigadir J, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo buktikan janjinya. Berantas bawahan yang buat masalah.

Editor: Frandi Piring
Foto: instagram Divisi Propam Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Buktikan Janjinya Berantas Jajaran Polri yang Buat Masalah. Umumkan Irjen Ferdy Sambo Sebagai Tersangka Baru Kasus Pembunuhan Brigadir J. Irjen Ferdy Sambo Siap Diadili. 

Namun, ia menegaskan, "terhadap anggota yang melakukan kesalahan dan berdampak kepada organisasi, jangan ragu melakukan tindakan."

" Kalau tak mampu membersihkan ekor, kepalanya akan saya potong," ujarnya.

Menurut Sigit, semua itu demi kebaikan organisasi yang telah susah payah berjuang.

Tak main-main dengan perkataannya, belum sebulan selepas acara itu, ia langsung mencopot sembilan pejabat Polri.

Seperti diwartakan Kompas.com, pemecatan tertuang dalam empat surat telegram bernomor ST/2277/X/KEP./2021, ST/2278/X/KEP./2021, ST/2279/X/KEP./2021, dan ST/2280/X/KEP./2021 tertanggal 31 Oktober 2021.

"Ya ini tentunya sebagaimana komitmen dan pernyataan pak Kapolri, soal 'ikan busuk mulai dari kepala',

kalau pimpinannya bermasalah maka bawahannya akan bermasalah juga serta semangat dari konsep Presisi," terang Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono.

Kronologi pembunuhan Brigadir J ditulis Bharada E

Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi mengungkap adanya unek-unek yang disampaikan Bharada E lewat sebuah tulisan.

Richard Eliezer alias Bharada E disebut menuliskan sendiri kronologi penembakan terhadap Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, di kawasan Komplek Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

"Ada hal yang menonjol pada saat pemeriksaan khusus ini, terhadap Bharada RE, pada yang bersangkut

pada saat dilakukan pemeriksaan mendalam ingin menyampaikan unek-unek," kata Irwasum Polri Komjen Agung Budi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022).

Adapun tulisan kronologi tersebut dilengkapi dengan meterai dan cap jempol Bharada E.

"Dia ingin menulis sendiri, 'Tidak usah ditanya Pak, saya ingin menulis sendiri'. Yang bersangkutan menulis dari awal bahwa dia melakukan adalah yang bersangkutan," ujar Komjen Agung.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved