Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Seorang Polisi Dikeroyok Hingga Tewas dan Tubuhnya Dimutilasi, Diduga Lecehkan Istri Seorang Pelaku

Buntut tindakan asusila itu, sang suami dan komplotannya itu tega memotong hidung dan memutilasi telinga serta bibir polisi tersebut.

Editor: Alpen Martinus
Handout
Ilustrasi mutilasi, seorang polisi dibunuh dan tubuhnya dimutilasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang anggota polisi harus tewas dengan cara yang sangat mengerikan.

Ia dikeroyok hingga tewas, tak sampai situ saja, jenazahnya dimutilasi.

Aksi tersebut dilakukan oleh suami wanita yang diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh polisi tersebut.

Baca juga: Akhirnya Terungkap 4 Polisi Diduga Hambat Kasus Brigadir J Kini Ditahan, Apakah Jadi Tersangka Baru?

Simak video terkait :

Seorang suami dan komplotannya nekat melakukan penyerangan terhadap seorang polisi.

Hal itu dilakukan oleh komplotan suami lantaran sang polisi dituding telah melakukan pelecehan seksual atau tindakan asusila.

Buntut tindakan asusila itu, sang suami dan komplotannya itu tega memotong hidung dan memutilasi telinga serta bibir polisi tersebut.

Adapun kasus ini terjadi di Distrik Jhang, di provinsi Punjab, Pakistan pada Minggu (31/7/2022) lalu.

Baca juga: Penganiayaan Balita di Minut Sulawesi Utara, Pelaku Menangis, Polisi: Ancaman Hukuman Lebih Berat

Korban polisi bernama Qasim Hayat menjadi sasaran penyiksaan berat sebelum pelaku utama, Muhammad Iftikhar dan kaki tangannya melakukan penyiksaan terhadap korban.

Kepolisian Punjab mengatakan bahwa Iftikhar telah menuduh Hayat karena memeras istrinya dan memaksanya melakukan hubungan terlarang dengannya.

Menyitir dari Hindustan Times, karena itu Hayat menjadi sasaran penyiksaan berat sebelum Iftikhar bersama komplotannya memotong hidung, telinga dan bibir korban pada Minggu.

Polisi mengatakan, Iftikhar yang menjadi pelaku utama mencurigai korban memiliki hubungan dengan istrinya.

Baca juga: Polisi Manado Tembak Warga, Laporan Keluarga Disebut Ditolak Polda Sulawesi Utara, Ini Rencana LBH

Dia pun menyusun rencana bersama 12 orang komplotannya untuk menculik korban.

Kronologis yang diungkapkan polisi, korban pada saat ini sedang dalam perjalanan pulang.

Para pelaku yang sudah mengetahui keberadaan korban kemudian membawanya ke tempat sepi.

“Di mana ditempat itu para pelaku menyiksanya dengan kejam sebelum memotong bagian-bagian tubuhnya dengan pisau," kata seorang pejabat polisi.

Bagian yang terpotong itu adalah hidungnya, dan bibir serta telingnya juga dimutilasi.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit distrik Jhang di mana kondisinya dinyatakan kritis.

Polisi menambahkan bahwa, bulan lalu pelaku telah melaporkan kasus atas nama Qasim Hayat ke kantor polisi.

Ia mendaftarkan kasus di bawah pasal 354 (penyerangan terhadap wanita), 384 (pemerasan) dan 292 (pornografi) dari KUHP Pakistan (PPC).

Menurut pengakuan Iftikhar, Hayat telah memaksa istrinya untuk melakukan hubungan terlarang dengannya sambil mengancam akan membunuh putranya.

Klaim itu dikatakan pelaku ketika istrinya bertemu Hayat, dimana dia memaksa istrinya untuk berhubungan seks dengannya.

Bahkan Hayat meminta adegan itu direkam dan kemudian mulai memeras istri Iftikhar.

Sejauh ini, polisi masih memburu keberadaan pelaku Iftikhar dan komplotannya.

Kasus Lain

Dalam kasus lainnya, seorang wanita berusia 18 tahun dari desa Kathirvedu, India dibunuh oleh suaminya karena "tidak mempercayainya".

New Indian Express pada 1 Agustus melaporkan bahwa pelakunya adalah Mathan, berusia 22 tahun.

Ia telah menikahi Tamizhselvi 4 bulan yang lalu. Keduanya tinggal bersama di sebuah rumah di Jothi Nagar.

Namun, hubungan mereka terlibat dalam masalah.

Ibu korban, Balkees mengajukan laporan ke polisi daerah Red Hills pada awal Juli 2022, melaporkan putrinya hilang.

Polisi segera membuka penyelidikan dan melacak Mathan di ponsel.

Pada akhirnya, dia mengaku membunuh istrinya karena dia "tidak percaya padaku".

Menurut pengakuan korban, pada 25 Juni 2022, dia mengendarai sepeda motor bersama istrinya ke negara bagian Andhra Pradesh.

Ia kemudian membawanya ke puncak bukit Kailasakona dan menikamnya sampai mati.

Pada 30 Juli, polisi menerima laporan dari warga tentang mayat yang membusuk.

Mayat itu kemudian diidentifikasi sebagai Tamizhselvi. Mathan akhirnya ditangkap dan ditahan. (*/)

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com

Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved