Polisi Tembak Polisi

Andreas Nahot Silitonga: Bharada Richard Eliezer Bukan Sopir Biasa, Ini Keahliannya sebagai Brimob

Adanya tudingan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bahwa Bharada Richard Eliezer atau Bharada E bukanlah seorang yang memiliki keahlian

Editor: Aswin_Lumintang
Kompas.com/Andika Aditya, IST
Andreas Nahot Silitonga, pengacara Bharada E. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Adanya tudingan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bahwa Bharada Richard Eliezer atau Bharada E bukanlah seorang yang memiliki keahlian khusus dalam menembak dibantah oleh Andreas Nahot Silitonga, kuasa hukum Bharada E.

Andreas mengatakan temuan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terkait sosok kliennya belumlah valid.

Karena itu, dia berjanji pada saatnya, pihaknya akan membuktikan keahlian Bharada E dalam menembak.

Hal ini untuk membantah adanya pernyataan bahwa kliennya itu hanya merupakan sopir biasa dari Irjen Ferdy Sambo.

Bharada E (kiri) Andreas Nahot Silitonga (kanan) - Kuasa Hukum Andreas menyebutkan seharusnya Bharada E diperlakukan seperti Pahlawan karena selamatkan nyawa orang.
Bharada E (kiri) Andreas Nahot Silitonga (kanan) - Kuasa Hukum Andreas menyebutkan seharusnya Bharada E diperlakukan seperti Pahlawan karena selamatkan nyawa orang. (Kolase Tribun Manado/Kompas/ Tribunnews.com/ Irwan Rismawan)

Padahal menjadi sopir Kadiv Propam harus mempunyai keahlian menambak dan lainnya. Artinya bukan hanya bertugas menjadi sopir melainkan ikut menjaga keamanan dan kenyamanan pimpinannya.

Sebelumnya, LPSK mengungkapkan Bharada E bukanlah jago tembak melainkan hanya sopir Irjen Ferdy Sambo.

LPSK mengambil kesimpulan itu berdasarkan pemeriksaan psikologis Bharada E yang dilakukan sebanyak tiga kali.

Baca juga: Jenderal Listyo Sigit Tindaklanjuti Arahan Presiden Jokowi Terkait Pengungkapan Tewasnya Brigadir J

Baca juga: Minsyai Mokoginta Terpilih Ketua ISNU Bolsel Sulawesi Utara Periode 2022-2026

Andreas mengklaim bahwa kliennya bukan sekedar sopir, Bharada E juga seorang Korps Brigade Mobil (Brimob). 

Bharada E juga disebut menjalani latihan menembak dengan intensitas yang bisa dikatakan sering, yakni dua kali dalam sebulan. 

"Memang disampaikan dia sopir, dia ditugaskan sebagai sopir dan diseleksi sebagai sopir bersama enam orang lainnya, yang lulus dua orang, cuman dia itu bukan sekedar sopir dia adalah anggota Brimob," kata Andreas dalam program Dua Sisi tvOneNews, Kamis (4/8/2022). 

"Memang dia sopir tapi akan kita buktikan dia sopir dan anggota Brimob yang sudah tiga tahun, sejak tahun 2019."

"(Bharada E) dalam satu bulan ada dua kali latihan tembak, dalam waktu 12 bulan saja sudah ada berapa kali tembak? Saya tidak mau sesumbar," katanya.

Andreas pun menyebut, pihaknya akan membuktikan keahlian Bharada E di persidangan nantinya.

Terungkap Bharada E Tersangka Penembak Brigadir J, Ternyata bukan penembak Jitu
Terungkap Bharada E Tersangka Penembak Brigadir J, Ternyata bukan penembak Jitu (Kolase Tribun Manado)

 
"Pada waktunya nanti akan kami buktikan, training apa saja yang sudah dia lewati, senjata apa saja yang sudah dia pelajari."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved