Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

Sosok Ayman Al Zawahiri, Teroris Paling Dicari, Pemimpin Al Qaeda Kini Berstatus Meninggal Dunia

Pemimpin Al Qaeda yang juga tangan kanan Osama bin Laden, Ayman Al Zawahiri, tewas akibat serangan pesawat tak berawak AS. Berikut sosoknya.

Editor: Isvara Savitri
Tribunnews.com/New York Post
Pemimpin Al Qaeda, Ayman Al Zawahiri. Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan tewasnya pemimpin Al Qaeda Ayman Azawahiri. 

Meskipun ia dibebaskan dari keterlibatan dalam pembunuhan Sadat, Al Zawahiri dihukum karena kepemilikan senjata secara ilegal dan menjalani hukuman tiga tahun.

Menurut sesama tahanan Islam, Al Zawahiri secara teratur disiksa dan dipukuli oleh pihak berwenang selama berada di penjara di Mesir, sebuah pengalaman yang dikatakan telah mengubahnya menjadi seorang ekstremis yang fanatik dan kejam.

Setelah dibebaskan pada 1985, Al Zawahiri berangkat ke Arab Saudi.

Segera setelah itu, ia menuju Peshawar di Pakistan dan kemudian ke negara tetangga Afghanistan, di mana ia mendirikan faksi EIJ saat bekerja sebagai dokter di negara itu selama pendudukan Soviet.

Al Zawahiri mengambil alih kepemimpinan EIJ setelah muncul kembali pada 1993.

Ia merupakan tokoh kunci di balik serangkaian serangan oleh kelompok tersebut terhadap menteri pemerintah Mesir, termasuk Perdana Menteri, Atif Sidqi.

Kampanye kelompok untuk menggulingkan pemerintah dan mendirikan negara Islam di negara itu selama pertengahan 1990-an menyebabkan kematian lebih dari 1.200 orang Mesir.

Pada 1997, departemen luar negeri AS menobatkannya sebagai pemimpin kelompok Vanguards of Conquest - sebuah faksi Jihad Islam yang diduga berada di balik pembantaian turis asing di Luxor pada tahun yang sama.

Dua tahun kemudian, ia dijatuhi hukuman mati secara in absentia oleh pengadilan militer Mesir karena perannya dalam banyak serangan kelompok itu.

Target Negara Barat

Baca juga: Akhirnya Terungkap Penyesalan Nicholas Sean soal Menjadi Anak Ahok, Singgung soal Kesalahan

Baca juga: Akhirnya Terungkap, Sosok Pemegang Rekor Pencetak Gol Tertua di Piala Dunia Pernah Main di Liga 1

Ayman Al Zawahiri diperkirakan telah melakukan perjalanan keliling dunia selama tahun 1990-an untuk mencari tempat perlindungan dan sumber pendanaan.

Pada tahun-tahun setelah penarikan Soviet dari Afghanistan, ia diyakini telah tinggal di Bulgaria, Denmark dan Swiss, kadang-kadang menggunakan paspor palsu untuk melakukan perjalanan ke Balkan, Austria, Yaman, Irak, Iran, dan Filipina.

Pada Desember 1996, ia dilaporkan menghabiskan enam bulan di tahanan Rusia setelah ditangkap tanpa visa yang sah di Chechnya,  masih dari BBC.

Menurut sebuah akun yang diduga ditulis oleh Al Zawahiri, pihak berwenang Rusia gagal menerjemahkan teks-teks Arab yang ditemukan di komputernya dan ia dapat merahasiakan identitasnya.

Pada 1997, Al Zawahiri diyakini telah pindah ke kota Jalalabad di Afghanistan, di mana Osama Bin Laden bermarkas.

Pasukan Front al-Nusra, sayap Al Qaeda di Suriah
Pasukan Front al-Nusra, sayap Al Qaeda di Suriah (Getty Images/AFP/OH Kadour)
Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved