Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

Sosok Ayman Al Zawahiri, Teroris Paling Dicari, Pemimpin Al Qaeda Kini Berstatus Meninggal Dunia

Pemimpin Al Qaeda yang juga tangan kanan Osama bin Laden, Ayman Al Zawahiri, tewas akibat serangan pesawat tak berawak AS. Berikut sosoknya.

Editor: Isvara Savitri
Tribunnews.com/New York Post
Pemimpin Al Qaeda, Ayman Al Zawahiri. Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan tewasnya pemimpin Al Qaeda Ayman Azawahiri. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pesawat tanpa awak milik Amerika Serikat menewaskan Pemimpin Al Qaeda, Ayman Al Zawahiri.

Teroris paling dicari tersebut tewas di akhir pekan dalam serangan pesawat tak berawak ketika operasi kontraterorisme AS.

Kematian Al Zawahiri pun telah dikonfrimasi oleh Presiden AS, Joe Biden pada Senin (1/8/2022).

Sebelumnya, pihak intelijen AS berhasil menemukan rumah persembunyian Al Zawahiri.

Rumah persembunyian tersebut berada di Kabul, Afghanistan.

"Ia mengukir jejak pembunuhan dan kekerasan terhadap warga Amerika, anggota layanan Amerika, diplomat Amerika, dan kepentingan Amerika," kata Presiden Biden dalam sambutan singkatnya dari balkon Gedung Putih, dikutip dari CBS News.

"Sekarang, keadilan telah ditegakkan. Dan pemimpin teroris ini tidak ada lagi," tegas Biden.

Lantas, seperti apakah profil Ayman Al Zawahiri?

Ayman Al Zawahiri lahir di Kairo, Mesir pada 19 Juni 1951, yang berarti ia meninggal dalam usia 71 tahun.

Menurut situs resmi Biro Investigasi Federal (FBI), ia memiliki banyak nama alias, seperti Abu Muhammad, Abu Fatima, Muhammad Ibrahim, Abu Abdallah, Abu al-Mu'iz, The Doctor, The Teacher, Nur, Ustaz, Abu Mohammed, Abu Mohammed Nur al-Deen, Abdel Muaz, hingga Dr Ayman al Zawahiri.

Ia merupakan seorang dokter ahli bedah dan tergabung dalam Jihad Islam Mesir (EIJ).

Organisasi ini menentang pemerintah Mesir sekuler dan berusaha menggulingkannya dengan cara kekerasan.

Sekitar tahun 1998, EIJ bergabung dengan Al Qaeda.

Al Zawahiri diketahui telah didakwa atas perannya dalam pemboman 7 Agustus 1998 di Kedubes Amerika Serikat (AS) di Dar es Salaam, Tanzania, dan Nairobi, Kenya.

Dalam situsnya, FBI mencantumkan hadiah yang mencapai 25 juta dolar AS untuk siapa saja yang bisa memberikan informasi keberadaan Al Zawahiri, atau menangkapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved