Brigadir J Tewas
Brigadir J Tewas secara Janggal, Mahfud MD: 'Kalau Ada yang Disembunyikan, Nanti akan Terlihat'
Mahfud MD kembali mengingatkan agar kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J diungkap fakta yang sebenar-benarnya.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan ( Menko Polhukam ) Mahfud MD kembali mengingatkan agar kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J diungkap fakta yang sebenar-benarnya.
Hal itu menyusul perintah dari Presiden Jokowi yang meminta kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, dibuka sejujur-jujurnya.
“Kalau ada yang tersembunyi atau disembunyikan, nanti akan terlihat kalau ada upaya seperti itu, itu aja,” kata Mahfud usai rapat terkait RKUHP di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/8/2022).
Ketua Komisi Kepolisian Nasional RI (Kompolnas RI) tersebut enggan masuk ke substansi kasus yang mendapat sorotan publik tersebut.
Mahfud meminta masyarakat mengikuti pengungkapan kasus, karena pasti ada ujungnya.
“Saya minta masyarakat ikuti saja perkembangan ini, nanti akan ada ujungnya, saya tidak akan masuk ke substansinya,” tuturnya.
Mahfud mengaku rutin mendapatkan laporan dari Komnas HAM terkait penyelidikan kasus tersebut.
“Komnas HAM bilang soal lapor Istana rutin, ya itu dengan saya."
"Saya koordinasi, saya tidak akan masuk substansi, karena laporan ke saya itu ya Komnas HAM, masyarakat sipil, pengacara, LPSK,” bebernya. (Taufik Ismail)
Pengakuan Bharada E saat dirinya tembak Brigadir J
Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu, salah satu Ajudan Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo yang diduga sebagai pelaku penembakan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat mengungkap fakta yang bikin merinding saat dirinya menembak seniornya.
Personel Brimob asal Manado-Sulawesi Utara itu mengungkapkan fakta tentang detik-detik terakhir saat ia menghabisi Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran Jakarta Selatan pada 8 Juli lalu.
Bharada E mengatakan, awalnya ia ditembak oleh Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Karena mendapat serangan mendadak dari Brigadir J, ia pun mundur dan pergi mengambil senjata lalu membalas tembakan itu.