Polisi Tembak Polisi
Pengacara Keluarga Brigadir J Ungkap Ajudan Irjen Ferdy Sambo yang Sejak Juni Lakukan Pengancaman
Kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J alias Brigadir Yosua semakin menarik diikuti.
Menurut Choirul Anam, kondisi saat itu sangat rukun dan santai, tidak timbul ketegangan apapun.
"Soal tertawa kita tanya, ini kondisinya (ada) tekanan atau nggak dan sebagainya, (dijawab) bagaimana tekanan, orang tertawa-tawa kok. Itu banyak yang ngomong demikian," ucapnya.
Baca juga: Peringatan Dini BMKG Hari Ini Kamis 28 Juli 2022, Ini Daftar Kabupaten/Kota Potensi Cuaca Ekstrem
Baca juga: Gempa Magnitudo 6,2 SR Kamis 28 Juli 2022 Pukul 02.58 Pagi, Guncang di Darat, Berikut Info Lokasi
Dalam pemeriksaan ajudan-ajudan Irjen Ferdy Sambo termasuk Bharada E, Choirul Anam bilang Komnas HAM menerapkan mekanisme secara terpisah.
Mereka diperiksa secara sendiri-sendiri untuk mendapatkan keterangan yang sejujur-jujurnya dari masing-masing ajudan.
"Ini penting untuk melihat sesuatu yang kami dapatkan sendiri oleh Komnas HAM. Untuk melihat constrain waktu dan melihat konteks yang terjadi dalam constrain waktu itu, termasuk tadi yang saya bilang di awal soal tertawa, tertawa," katanya.
Bharada E yang bernama lengkap Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, ajudan Irjen Ferdy Sambo, usai dimintai keterangan di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022).
Dari pantauan Tribunnews.com di lokasi, Bharada E datang secara terpisah dengan 5 ajudan lainnya. Pemeriksaan Bharada E selesai lebih lama dibandingkan dengan lima ajudan lainnya.
Lima ajudan Irjen Ferdy Sambo selesai diperiksa pukul 16.25 WIB. Sedangkan Bharada E selesai diperiksa dan meninggalkan Komnas HAM pada pukul 18.24 WIB.
Satu ajudan yang belum hadir diketahui saat ini keberadaannya masih di luar kota. Komnas HAM akan menjadwalkan ulang untuk proses pemeriksaan yang bersangkutan.
Periksa Keluarga Brigadir Yosua
Sebelumnya, Komnas HAM juga sudah meminta keterangan keluarga Brigadir Yosua. Pemeriksaan keluarga Brigadir Yosua dilakukan di rumah orangtuanya di Kecamatan Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi.
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam yang langsung datang untuk meminta keterangan orang tua Brigadir Yosua.
Komnas HAM banyak mendapatkan bukti tambahan usai melakukan pemeriksaan terhadap keluarga Brigadir Yosua.
Bukan Bharada E yang Mengancam Bunuh Brigadir Yosua
Sementara itu, Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengaku sudah mengantongi identitas sosok yang mengancam membunuh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J sebelum dia ditemukan tewas di kediaman Kadiv Propam Irjen (Nonaktif) Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.