Polisi Tembak Polisi
Pengacara Keluarga Brigadir J Ungkap Ajudan Irjen Ferdy Sambo yang Sejak Juni Lakukan Pengancaman
Kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J alias Brigadir Yosua semakin menarik diikuti.
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J alias Brigadir Yosua semakin menarik diikuti. Apalagi dengan adanya temuan baru yang terungkap setelah penyelidikan melibatkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).
Termasuk bukti dan temuan baru dari Kuasa hukum Keluarga Brigadir J yakni Kamaruddin Simanjuntak.
Kamaruddin mengatakan, dia bersama tim sudah mengantongi sejumlah bukti baru dan saksi yang nantinya akan membuka tabir kasus ini yang sebenarnya.

Di antaranya terkait adanya pengancaman sejak Bulan Juni 2022 terhadap Brigadir J. Hanya dia belum mau mengungkap apa yang menjadi motif, sehingga munculnya pengancaman.
Dipastikan kasus ini juga akan mengejutkan publik terkait kasus sebenarnya yang memicu terjadinya insiden yang menewaskan Brigadir J.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendapat sejumlah temuan menarik tentang mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J alias Brigadir Yosua.
Temuan itu terutama terkait tentang apa dan bagaimana situasi yang melingkupi Brigadir Yosua sebelum ajalnya pada 8 Juli 2022, yang oleh polisi berdasar keterangan resmi Mabes Polri disebut tewas dalam baku tembak dengan Bharada E di kediaman dinas Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Komnas HAM telah meminta keterangan kepada para ajudan Irjen Ferdy Sambo yang berjumlah enam orang selama enam jam, Selasa lalu (26/7/2022).
Baca juga: Sosok Dokter Ade Firmansyah yang Pimpin Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J, Pernah Tangani Kasus Ini
Baca juga: KPU Sulawesi Utara Sambut Kunker Komisi I DPRD Talaud, Bahas Tahapan Pemilu 2024
Bharada E, ajudan Ferdy Sambo yang menembak Brigadir Yosua memberikan sejumlah pengakuan kepada Komnas HAM.
"Sebelum Jumat (hari kematian Brigadir J) kami tarik ke belakang, kami tanya semua apa yang terjadi, bagaimana peristiwanya, bahkan kondisinya kayak apa, itu salah satu yang penting. Misalnya begini, kondisinya bercanda-canda tertawa atau tegang, itu kami tanya," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam saat jumpa pers di Kantor Komnas HAM.
Choirul Anam menjelaskan, para ajudan Ferdy Sambo yang diperiksa menyatakan kalau mereka masih tertawa-tawa saat itu.
Rentang waktunya bahkan sangat dekat dengan insiden penembakan tersebut.
"Beberapa orang yang ikut dalam forum (perkumpulan) itu ngomongnya memang tertawa. Itu yang kami tanya. Jadi kami lihat spektrum bagaimana kondisinya," Choirul Anam menjelaskan.
Para ajudan Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo saat memenuhi panggilan pemeriksaan terkait tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua (foto kanan) di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). Total ada 6 ajudan Irjen Ferdy Sambo termasuk Bharada E yang diperiksa.
Sayangnya, Choirul Anam tidak menjelaskan secara detail topik apa yang sedang dibahas para ajudan sehingga membuat mereka tertawa.