Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Lalu Lintas

Nasib Sopir Odong-odong Tertabrak Kereta Api Tewaskan 9 Orang, Jadi Tersangka, Ini 5 Kelalaiannya

Kecelakaan maut odong-odong tertabrak kereta api, kini sopir ditetapkan sebagai tersangka

Editor: Glendi Manengal
Ist via Tribun Banten
Odong-odong yang ditabrak kereta di pintu perlintasan kereta api di Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, pada Selasa (26/7/2022) sekitar pukul 11.00 WIB. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebelumnya terjadi kecelakaan di Perlintasan kerera api hingga tewaskan sembilan orang.

Terkait hal tersebut polisi kini tetapkan tersangka dari insiden maut Odong-oding tertabrak kereta api.

Sopir odong-ododong ditetapkan polisi sebagai tersangka, karena lalai.

Baca juga: Gempa Guncang Bali di Darat Pagi Ini Kamis 28 Juli 2022, Info BMKG Magnitudonya

Baca juga: Gempa Magnitudo 6.2 Kamis 28 Juli 2022 Pagi, Guncangan Berskala Kuat V di Darat, Ini Lokasinya

Baca juga: Peringatan Dini Hari Ini Kamis 28 Juli 2022, BMKG: Waspada 28 Wilayah Alami Cuaca Ekstrem

Foto : Odong-odong yang alami kecelakaan tertabrak kereta api. (via Tribunnews.com)

Supir odong-odong dalam insiden tabrakan antara Kereta Api dengan odong-odong, JL (27), kini ditetapkan jadi tersangka, per tanggal 27 Juli 2022.

Untuk diketahui, Polres Serang menetapkan sopir odong-odong itu menjadi tersangka karena dianggap telah lalai dalam mengoperasikan kereta wisata anak-anak itu. 

Pasalnya, selain tak punya Surat Izin Mengemudi (SIM) A, warga Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten ini juga kedapatan menambah panjang kendaraan, satu meter.

JL juga diduga lalai karena tidak memeriksa kondisi dengan menengok kanan-kiri sebelum melewati rel kereta api.

Selain itu, JL juga disalahkan karena memutar musik dengan keras sehingga tak mendengar peringatan darurat oleh warga.

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga, empat orang saksi mata mengatakan bahwa JL memutar musik dengan volume kencang saat melintas di lokasi kejadian.

Sehingga JL tidak mendengar peringatan yang diberikan oleh warga.

"Warga sekitar TKP juga penumpang telah memberi warning dengan suara keras kepada supir ‘Kang..Kang.. Ada kereta’. Namun tidak didengar karena adanya noise tadi," kata Shinto dikutip dari TribunBanten.com.

Hingga akhirnya kecelakaan maut antara odong-odong dengan Kereta Api, tak bisa terhindarkan.p

Sebanyak sembilan orang penumpang dikabarkan tewas dalam insiden ini.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved