Nasional
Kisah Petrus Penembak Misterius Era Soeharto yang Habisi Kutu-kutu Bangsa Indonesia, 713 Orang Tewas
Cerita tentang Pasukan Penembak Misterius atau Petrus yang dikenal sebagai pembasmi para pelaku kriminalitas di era orde baru. Ratusan orang tewas.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah kisah sejarah Indonesia, pasukan Petrus ( Penembak Misterius ) di era pemerintahan Presiden Soeharto, pemburu para 'kutu-kutu' bangsa Indonesia kala itu.
Pasukan Petrus dikenal sebagai pembasmi para pelaku kriminalitas di era orde baru.
Di antara lain, pelaku kriminal premanisme hingga perampokan.
Pasukan Petrus ini menjadi mesin efektif menekan kriminalitas di nusantara di rezim Soeharto.
Bahakan, semua preman dan yang memiliki catatan hitam, ketakutan setengah mati menunggu giliran kapan dihabisi.
Melansir dari berbagai sumber, Presiden Soeharto disebut menjadi orang paling bertanggung jawab atas fenomena ngeri tersebut.
Dalam dokumen yang dimiliki Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), Petrus berawal dari operasi penanggulangan kejahatan di Jakarta.
Takut Ditembak, Petrus Kabur ke Jambi Setelah Bunuh Mardianto
Pada tahun 1982, Soeharto memberikan penghargaan kepada Kapolda Metro Jaya, Mayjen Pol Anton Soedjarwo atas keberhasilan membongkar perampokan yang meresahkan masyarakat.
Pada Maret tahun yang sama, di hadapan Rapim ABRI (sekarang TNI), Soeharto meminta polisi dan ABRI mengambil langkah pemberantasan yang efektif menekan angka kriminalitas.
Hal yang sama diulangi Soeharto dalam pidatonya tanggal 16 Agustus 1982.
Permintaannya ini disambut oleh Pangkopkamtib Laksamana Soedomo dalam rapat koordinasi dengan Pangdam Jaya, Kapolri, Kapolda Metro Jaya dan Wagub DKI Jakarta di Markas Kodam Metro Jaya tanggal 19 Januari 1983.
Dalam rapat itu diputuskan untuk melakukan Operasi Clurit di Jakarta, langkah ini kemudian diikuti oleh kepolisian dan ABRI di masing-masing kota dan provinsi lainnya.
Operasi Clurit yang notabene sama dengan Petrus ini memang signifikan, untuk tahun 1983 saja tercatat 532 orang tewas, 367 orang di antaranya tewas akibat luka tembakan.