Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Polisi Tembak Polisi

Potret Rumah Bharada E di Manado, Tetangga Sudah Tahu Kasusnya hingga Jadi Diperbincangkan

Bharada E merupakan asisten pribadi atau ajudan yang ditugaskan di kediaman mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

Istimewa/Internet
Bharada E merupakan asisten pribadi atau ajudan yang ditugaskan di kediaman mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. 

Sosok Bharada E tersebut diduga adalah Polisi asal Manado, terlihat dari bio dan unggahan foto-fotonya di Instagram @r.lumiu. 

Dari hasil penelusuran tribunmanado.co.id, diduga Richard Eliezer Pudihang Lumiu adalah warga Manado yang tinggal di Desa Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. 

Namun, Pejabat Hukum Tua atau Kepala Desa Wori Rommy Lopo ketika dihubungi tribunmanado.co.id, tidak menampik juga tidak membenarkan. 

"Belum tahu kalau di Wori ada marga Lumiu," terang dia. 

"Nanti di cek soalnya belum tahu nama-nama marga disini," kata Penjabat Rommy Lopo yang belum lama mengemban tugas. 

Tribun Manado lalu menghubungi mantan Hukum Tua Desa Wori yang menjabat periode 2016-2022 yakni Rommy Maramis.

Rommy Maramis yang baru mengakhiri masa jabatannya pada 9 Juni 2022. 

Rommy Maramis menyebutkan memang ada banyak warga di desanya yang jadi polisi.

"Memang banyak warga Wori yang menjadi Polisi," ujar dia.

Namun, baginya di Desa Wori tidak heboh kalau ada masyarakat anggota polisi disana yang terlibat kasus tersebut. 

"Memang kasus itu sudah heboh di kalangan masyarakat luar Wori saya sendiri ikuti, tapi belum pernah dengar atau heboh disini kalau dia (Barada E) ini orang wori," ucap Rommy. 

Ia juga menyebut, di desa Wori tidak heboh atau cerita terkait hal itu, berarti dia (Barada E) bukan warga Wori. 

"Tapi nanti saya coba cari informasi terkait hal itu," tutupnya.

Bharada Muncul di Publik, Penuhi panggilan Komnas HAM untuk pemeriksaan terkait tewasnya Brigadir J
Bharada Muncul di Publik, Penuhi panggilan Komnas HAM untuk pemeriksaan terkait tewasnya Brigadir J (Kolase Foto Tribunnews/Istimewa)

Jago tembak

Bharada E menjadi sorotan usai kasus polisi tembak polisi di rumah Kadiv Propam, Irjen Sambo, Komplek Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Dalam peristiwa tersebut, seorang anggota Brimob Brigadir J atau Nopryansah Yosua Hutabarat tewas.

Kapolres Jakarta Selatan saat itu, Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, Bharada E merupakan penembak nomor 1 di Resimen Pelopor Korps Brimob dan juga pelatih vertical rescue.

"Kami juga melakukan interogasi terhadap komandan Bharada E, bahwa Bharada E ini sebagai pelatih vertical rescue dan di rensimen pelopornya dia sebagai tim penembak nomor 1 kelas 1 di resimen pelopor," ujarnya kepada wartawan, Selasa (12/7/2022).

Menurutnya, dari hasil keterangan atasan Bharada E yang ada di Resimen Pelopor itu diketahui kalau Bharada E merupakan pelatih vertical rescue.

Bahkan, Bharada E merupakan penembak nomor satu di resimen pelopor tersebut.

Dia menambahkan, hingga saat ini status Bharada E masih sebagai saksi.

Dalam hal ini, polisi belum menemukan satu alat bukti untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka.

Latar belakang kasus penembakan di rumah Ferdy Sambo

Diketahui, insiden baku tembak terjadi di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022) sekira pukul 17.00 WIB.

Menurut keterangan polisi peristiwa berawal saat Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masuk ke kamar pribadi istri Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Diduga Brigadir J melakukan pelecehan dan menodong istri Irjen Ferdy Sambo dengan menggunakan senjata.

"Setelah melakukan pelecehan, dia juga sempat menodongkan senjata ke kepala ibu Kadiv," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto, Selasa (12/7/2022).

Saat itu, kata Budhi, Istri Irjen Ferdy terbangun dan hendak berteriak meminta pertolongan.

Saat itu, istri Ferdy Sambo berteriak.

Brigadir J pun panik karena mendengar suara langkah orang berjalan yang diketahui merupakan Bharada E.

Baru separuh menuruni tangga, Bharada E melihat sosok Brigadir J keluar dari kamar.

Bharada E kemudian bertanya kepada Brigadir J terkait teriakan tersebut.

Bukannya menjawab, Brigadir J malah melepaskan tembakan ke arah Bharada E.

"Pada saat itu tembakan yang dikeluarkan atau dilakukan saudara J tidak mengenai saudara E, hanya mengenai tembok," kata Budhi.

Berbekal senjata, Bharada E membalas serangan Brigadir J.

Hingga akhirnya, lima tembakan yang dilepaskan bersarang di tubuh Yosua.

"Saudara RE juga dibekali senjata, dia kemudian mengeluarkan senjata yang ada di pinggangnya. Nah ini kemudian terjadi penembakan," katanya.

Singkat cerita, Brigadir J pun tewas diterjang peluru yang dilesatkan Bharada E. 

Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved