Polisi Tembak Polisi
Potret Rumah Bharada E di Manado, Tetangga Sudah Tahu Kasusnya hingga Jadi Diperbincangkan
Bharada E merupakan asisten pribadi atau ajudan yang ditugaskan di kediaman mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus penembakan Brigadir Yosua Hutabarat turut menarik Bharada E, keduanya merupakan ajudan Irjen Ferdy Sambo.
Bharada E disebut sebagai pelaku penembakan Brigadir Yosua Hutabarat di kediaman Irjen Ferdy Sambo beberapa waktu lalu.
Sosoknya begitu dicari publik setelah kasus tewasnya Brigadir Yosua Hutabarat mencuat.
Baca juga: Titik Terang Kematian Brigadir J, Komnas HAM Hadirkan Bharada E setelah 19 Hari Tak Ada Kabar
Komnas HAM menjadwalkan pemanggilan seluruh ajudan Ferdy Sambo pada hari ini, Selasa 26 Juli 2022.
Diantaranya, Bharada E yang datang dengan pengawalan ketat petugas Mabes Polri.
Bharada E saat ini masih menjalani pemeriksaan di Kantor Komnas HAM.
Terkait status Bharada E dalam kasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat masih sebagai terperiksa.
Sebelumnya, Komnas HAM telah melakukan pemeriksaan terhadap lima rekan Bharada E dan Brigadir Yosua Hutabarat.
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik kepada wartawan, Selasa siang mengatakan, kelima ajudan Ferdy langsung ditempatkan dalam ruangan terpisah untuk menjalani pemeriksaan.
Diberitakan sebelumnya Komnas HAM rencananya akan meminta keterangan dari semua Aide-de-camp (Adc) atau ajudan dari Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo terkait tewasnya Brigadir J Selasa (26/7/2022) pagi ini.
Sosok Bharada E
Bharada E merupakan asisten pribadi atau ajudan yang ditugaskan di kediaman mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.
Menurut keterangan Polri, Bharada E diperbantukan sebagai Aide de camp (Adc) yang ditugaskan di kediaman mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.
Selain menjadi asisten pribadi Irjen Pol Ferdy Sambo, Bharada E juga bertugas menjaga keluarga Irjen Pol Ferdy Sambo.
Hal ini juga yang kemudian dipertanyakan sebagian kalangan.
Sebab biasanya, ajudan para jenderal diambil dari anggota tingkat bintara, seperti Brigadir di Polri atau Sersan di TNI.
Sementara pangkat Bharada atau Bhayangkara Dua adalah Tamtama tingkat satu di Kepolisian Republik Indonesia.
Sebelum tahun 2001, pangkat ini disebut Prajurit Dua atau Prada, sama dengan pangkat yang setara di TNI.
Rumah Bharada E di Manado
Kasus penembakan pada Brigadir J yang terjadi di rumah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo sampai hari ini masih terus diselidiki polisi.
Salah satu orang yang disebut melakukan penembakan pada Brigadir J adalah Bharada E.

Bharada E dan Brigadir J adalah sama-sama anak buah dari Irjen Ferdy Sambo.
Keduanya sama-sama bertugas di rumah Irjen Ferdy Sambo.
Namun tak banyak yang tahu jika Bharada E adalah putra asli Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Bahkan, orang tua Bharada E diketahui sampai saat ini masih tinggal di Manado.
Berdasarkan penulusuran Tribunmanado.co.id, rumah Bharada E berada di Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.
Saat Tribun Manado menuju lokasi rumah dari Bharada E yang ada di Manado tersebut, suasana rumahnya tampak sepi.
Tak ada aktivitas sama sekali di rumah Bharada E yang ada di Manado.
Rumah berwarna biru mudah ini tampak digembok dan tak dihuni.
Menurut Vonni salah satu tetangga, jika rumah tersebut memang milik dari orang tua Bharada E.
"Iya itu rumahnya, kami juga sudah tahu kasusnya," kata Vonni saat ditemui Selasa 26 Juli 2022.
Ia mengaku jika rumah Bharada E sudah kosong sejak beberapa waktu lalu.
Tapi setiap pagi ada orang yang datang kesana.
"Ada yang datang, tapi bukan orang tua dari Bharada E. Mereka hanya menyiram bunga dan membersihkan rumah," ucapnya.
Vonni mengaku sejak kasus penembakan Brigadir J, rumah dari orang tua Bharada E tersebut langsung tak ada aktivitasnya.
Warna disekitar perumahan Tamara tersebut juga sudah tahu bila Bharada E diisukan menjadi pelaku penembakan Brigadir J.
"Rata-rata sudah tahu dan memang ini jadi perbincangan di masyarakat sini," aku dia.
Dirinya juga berharap bila kasus ini segera terungkap.
"Kami berharap kebenarannya bisa terungkap," kata dia.

Sempat Diduga Warga Wori
Kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir J sampai kini masih menjadi sorotan banyak pihak.
Kasus ini menyita perhatian publik Tanah Air, termasuk di Sulawesi Utara.
Diberitakan sebelumnya, Brigadir J diduga tewas lantara terkena tembakan dari Bharada E.
Kini muncul di kalangan warganet sosok Polisi bernama Richard Eliezer Pudihang Lumiu yang diduga kuat sebagai Bharada E.
Sosok Bharada E tersebut diduga adalah Polisi asal Manado, terlihat dari bio dan unggahan foto-fotonya di Instagram @r.lumiu.
Dari hasil penelusuran tribunmanado.co.id, diduga Richard Eliezer Pudihang Lumiu adalah warga Manado yang tinggal di Desa Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Namun, Pejabat Hukum Tua atau Kepala Desa Wori Rommy Lopo ketika dihubungi tribunmanado.co.id, tidak menampik juga tidak membenarkan.
"Belum tahu kalau di Wori ada marga Lumiu," terang dia.
"Nanti di cek soalnya belum tahu nama-nama marga disini," kata Penjabat Rommy Lopo yang belum lama mengemban tugas.
Tribun Manado lalu menghubungi mantan Hukum Tua Desa Wori yang menjabat periode 2016-2022 yakni Rommy Maramis.
Rommy Maramis yang baru mengakhiri masa jabatannya pada 9 Juni 2022.
Rommy Maramis menyebutkan memang ada banyak warga di desanya yang jadi polisi.
"Memang banyak warga Wori yang menjadi Polisi," ujar dia.
Namun, baginya di Desa Wori tidak heboh kalau ada masyarakat anggota polisi disana yang terlibat kasus tersebut.
"Memang kasus itu sudah heboh di kalangan masyarakat luar Wori saya sendiri ikuti, tapi belum pernah dengar atau heboh disini kalau dia (Barada E) ini orang wori," ucap Rommy.
Ia juga menyebut, di desa Wori tidak heboh atau cerita terkait hal itu, berarti dia (Barada E) bukan warga Wori.
"Tapi nanti saya coba cari informasi terkait hal itu," tutupnya.

Jago tembak
Bharada E menjadi sorotan usai kasus polisi tembak polisi di rumah Kadiv Propam, Irjen Sambo, Komplek Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Dalam peristiwa tersebut, seorang anggota Brimob Brigadir J atau Nopryansah Yosua Hutabarat tewas.
Kapolres Jakarta Selatan saat itu, Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, Bharada E merupakan penembak nomor 1 di Resimen Pelopor Korps Brimob dan juga pelatih vertical rescue.
"Kami juga melakukan interogasi terhadap komandan Bharada E, bahwa Bharada E ini sebagai pelatih vertical rescue dan di rensimen pelopornya dia sebagai tim penembak nomor 1 kelas 1 di resimen pelopor," ujarnya kepada wartawan, Selasa (12/7/2022).
Menurutnya, dari hasil keterangan atasan Bharada E yang ada di Resimen Pelopor itu diketahui kalau Bharada E merupakan pelatih vertical rescue.
Bahkan, Bharada E merupakan penembak nomor satu di resimen pelopor tersebut.
Dia menambahkan, hingga saat ini status Bharada E masih sebagai saksi.
Dalam hal ini, polisi belum menemukan satu alat bukti untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka.
Latar belakang kasus penembakan di rumah Ferdy Sambo
Diketahui, insiden baku tembak terjadi di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022) sekira pukul 17.00 WIB.
Menurut keterangan polisi peristiwa berawal saat Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masuk ke kamar pribadi istri Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Diduga Brigadir J melakukan pelecehan dan menodong istri Irjen Ferdy Sambo dengan menggunakan senjata.
"Setelah melakukan pelecehan, dia juga sempat menodongkan senjata ke kepala ibu Kadiv," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto, Selasa (12/7/2022).
Saat itu, kata Budhi, Istri Irjen Ferdy terbangun dan hendak berteriak meminta pertolongan.
Saat itu, istri Ferdy Sambo berteriak.
Brigadir J pun panik karena mendengar suara langkah orang berjalan yang diketahui merupakan Bharada E.
Baru separuh menuruni tangga, Bharada E melihat sosok Brigadir J keluar dari kamar.
Bharada E kemudian bertanya kepada Brigadir J terkait teriakan tersebut.
Bukannya menjawab, Brigadir J malah melepaskan tembakan ke arah Bharada E.
"Pada saat itu tembakan yang dikeluarkan atau dilakukan saudara J tidak mengenai saudara E, hanya mengenai tembok," kata Budhi.
Berbekal senjata, Bharada E membalas serangan Brigadir J.
Hingga akhirnya, lima tembakan yang dilepaskan bersarang di tubuh Yosua.
"Saudara RE juga dibekali senjata, dia kemudian mengeluarkan senjata yang ada di pinggangnya. Nah ini kemudian terjadi penembakan," katanya.
Singkat cerita, Brigadir J pun tewas diterjang peluru yang dilesatkan Bharada E.
Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com