Manado Sulawesi Utara
Istri Raymond Londok Korban Penembakan Polisi di Manado Sulawesi Utara Bantah Sang Suami Bawa Sajam
Istri Korban Penembakan Polisi di Manado Sulawesi Utara Bantah Suaminya Bawa Sajam. Kata Dia, Waktu Itu Suaminya Bawa Vas Bunga.
Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang Warga pandu bernama Reymond Londok tewas setelah ditembak anggota kepolisian Polsek Bunaken, Manado, Sulawesi Utara.
Menurut keterangan polisi, korban berbuat keributan dengan mengancam warga serta petugas dengan senjata tajam, akhirnya polisi melakukan tindakan tegas dan terukur dengan cara melumpuhkannya.
Tetapi, keterangan polisi tersebut dibantah olehnya pihak keluarga dalam hal ini istri korban bernama Vanne Warouw.
Vanne Warouw membantah bahwa suaminya membawa sajam, pada saat sudah diaman di rumah dan kembali lagi mencari polisi.
"Jadi pada saat selesai kekacauan di depan jalan keluarga langsung mengamankan korban untuk dibawa ke rumah,"ujar Vanne
"Tetapi entah kenapa tiba-tiba korban banggun dari tidurnya lalu mengambil vas bunga di meja," kata Vanne.
Setelah itu, korban berlari ke depan sambil membawa vas bunga.
"Sekali lagi vas bunga bukan sajam," tuturnya.
Sampai di depan, korban bertemu dengan polisi.
"Mungkin karena polisi mengira korban membawa sajam jadi meraka mundur, pada saat mundur satu polisi jatuh, mungkin mereka mengirah suaminya saya membawa sajam jadi mereka mundur ," ucapnya.
Salah satu dari polii yang ada di sana mencabut pistolnya dan langsung mengeluarkan tembakan pertama ke atas.
"Terus tembakan yang kedua ke suaminya saya," pungkasnya
Vanne mengaku, sangat kaget ketika polisi menambak suaminya pasalnya Ia ada di belakang suaminya dan berjarak tidak jauh.
"Pada saat suami saya ditembak, saya di belakang dan bukan cuma saya masih banyak orang juga," bebernya.
Kata dia, saat suaminya terjatuh usai mendapat tembakan, ia mencoba untuk memegang suaminya namun tidak diizinkan oleh pihak kepolisian.