KKb di Papua

Akhirnya Terungkap Kelompok yang Diduga Bertanggung Jawab Atas Pembunuhan di Papua, TNI Kumpul Data

Kelompok yang diduga bertanggung jawab atas pembunuhan di Papua sepekan terakhir akhirnya terungkap.

Editor: Ventrico Nonutu
Youtube Jenderal TNI Andika Perkasa
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kelompok yang diduga bertanggung jawab atas pembunuhan di Papua sepekan terakhir akhirnya terungkap.

Kelompok tersebut melakukan pembunuhan warga di Kenyam dan Pegunungan Bintang Papua.

Hal tersebut disampaikan oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Baca juga: Sosok Kombes Yandri Irsan, Plt Kapolres Metro Jaksel Gantikan Budhi Herdi, Kekayaan Capai Rp 7 M

Baca juga: Polda Metro Jaya Tetapkan Roy Suryo Jadi Tersangka, Himahbudhi: Jadi Pelajaran untuk Semua

Jenderal Andika Perkasa mengatakan ia telah memerintahkan seluruh jajaran TNI di Kenyam dan Nduga Papua untuk segera mengumpulkan data intelijen sejak kejadian di Distrik Kenyam Kabupaten Nduga Papua, Sabtu (16/7/2022) lalu.

Jenderal Andika Perkasa mengatakan pihaknya juga telah menggunakan semua cara untuk mengumpulkan data intelijen terkait peristiwa tersebut baik yang bersifat teknologi maupun yang non-teknologi.


Foto: Jenderal Andika Perkasa.

Selain itu, kata dia, TNI juga telah bekerja sama dengan Satgas Damai Cartenz Polri di lapangan.

Hal tersebut disampaikannya usai memberikan pembekalan kepada 102 Taruna dan Taruni Akademi Angkatan Laut angkatan ke-69 tingkat III di KRI Bima Suci yang sandar di Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta Utara, Jumat (22/7/2022).

"Sejauh ini kita hanya bisa mengumpulkan tentang kelompok yang bertanggung jawab. Kalau yang di Kenyam adalah kelompoknya AT inisialnya. Kalau yang di Pegunungan Bintang yang terakhir, kemarin hari Selasa itu kelompoknya MK," kata Jenderal Andika Perkasa.

Terkait dengan operasi TNI di Papua, kata dia, pihaknya mengatakan tidak bisa asal menangkap atau menyerbu kelompok tersebut.

Ia mengatakan pihaknya akan melakukan tugas sesuai dengan prosedur yang berlaku dan bisa dipertanggung jawabkan.

"Jadi terus terang bukan hanya kita mau atau tidak kemudian menyerbu, tetapi yang lebih penting kita tidak boleh salah, tidak boleh salah tangkap, apalagi salah dalam melumpuhkan. Kita harus akurat. Akuntabel," kata dia.

Diberitakan sebelumnya total 11 orang tewas dan 2 lainnya luka akibat aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (16/7/2022).

Selain itu, seorang pendulang emas juga dibunuh KKB di Yahukimo, Pegunungan Bintang, Papua pada Selasa (19/7/2022).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved