Brigadir J Tewas
Update Terbaru Kasus Tewasnya Brigadir J, Polisi Akan Periksa Keluarga di Jambi
Kasus tewasnya Brigadir J masih terus diselidiki. Kabarnya, pihak kepolisian akan memeriksa keluarga Brigadir J di Jambi.
Nantinya, sambung Kamaruddin, autopsi independen atau yang baru sesuai dengan permintaan keluarga akan menjadi semacam arbitrase atau semacam pembandingnya.
“Tetap itu disimpan tetapi dibandingkan dengan temuan yang baru kan gitu. Kenapa kita menolak, karena di dalam prinsip-prinsip UU rumah sakit dan UU kedokteran tindakan dokter itu harus berdasarkan inform concern,” ujarnya.
“Inform concern adalah informasi yang cukup dan memadai lalu terjadi kesepatakan. Sedangkan di sini semua diperintah.”
Dalam keterangannya, Kamaruddin menambahkan Polri juga menerima permohonan yang diajukan kliennya perihal autopsi independen untuk jenazah Brigadir J.
“Sudah di ajukan, sudah diajukan, dan diterima, artinya mereka secara lisan menerima,” ucap Kamaruddin.
Sebagaimana diberitakan, permintaan autopsi secara independent dilakukan karena pihak keluarga tidak meyakini spesifikasi luka yang dialami oleh Brigadir J semata-mata karena tewas ditembak.
“Oleh karena itu, supaya pasti, maka kami memohon supaya Bapak Kapolri memerintahkan jajarannya dan semua penyidik yang menangani perkara ini membentuk tim independen,” kata Kamaruddin.
“Yaitu melibatkan dokter-dokter bukan lagi yang dulu, yaitu pertama dari RSPAD, kedua RS AL, ketiga dari RS AU, keempat dari RS Cipto Mangunkusumo, yang berikutnya dari RS Swasta Nasional, jadi mereka bersama, tidak sendiri-sendiri,” ujarnya menekankan,"Biar autentik."
Permintaan dokter dari di luar institusi Polri, ditegaskan Kamaruddin Simanjuntak, bukan tanpa alasan.
Dalam autopsi yang dilakukan sebelumnya, dokter-dokter terdahulu hanya menyebutkan kematian Brigadir J karena tembak-menembak.
“Dan dari RS Polri tidak ada yang protes. Harusnya jika ada penjelasan Karo Penmas Polri yang menyatakan meninggalnya yang bersangkutan karena tembak-menembak, harusnya mereka protes. Berdasarkan autopsi kami, bukan begitu bos. Harusnya kan begitu? Bukan begitu, kawan? Kan harusnya begitu,” kata Kamaruddin.
Baku Tembak Ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo
Kepolisian RI mengungkap alasan Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J ditembak mati oleh Bharada E di kediaman Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022).
Baca juga: Derby Manchester 21 April 2001 Hancurkan Karier Ayah Erling Haaland, Libatkan Legenda MU
Baca juga: Pembunuhan Sadis, Buang Sampah Sembarangan, Nyawa Nenek Lenyap di Tangan Tetangga
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyampaikan bahwa Brigpol Yosua ditembak mati karena diduga melakukan pelecehan dan menodongkan pistol kepada istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.
"Yang jelas gininya, itu benar melakukan pelecehan dan menodongkan senjata dengan pistol ke kepala istri Kadiv Propam itu benar," ujar Ramadhan saat dikonfirmasi, Senin (11/7/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kamarudin-kuasa-hukum-keluarga-brigadir-j.jpg)