Konflik Rusia dan Ukraina
Rusia Tuduh AS dan Inggris Ingin Konflik Meluas, Lavrov: Mengadu Rusia Melawan Negara Eropa
Rusia menuduh Amerika Serikat dan Inggris ingin konfliknya dengan Ukraina meluas hingga Eropa. AS dan sekutunya terus dianggap menghasut Ukraina.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Invasi Rusia ke Ukraina tak hanya membuat hubungan kedua negara memburuk.
Perang tersebut juga berpengaruh pada negara lain.
Pihak Rusia menuduh Amerika Serikat (AS) dan Inggris terlibat dalam konflik Rusia dan Ukraina.
AS dan Inggris dituding ingin konflik meluas antara Moskow dan Eropa.
Hal ini dikemukakan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov.
“Rekan-rekan AS dan Inggris kami, dengan dukungan dari Jerman, Polandia, dan negara-negara Baltik, sangat ingin menjadikan perang ini perang nyata, mengadu Rusia melawan negara-negara Eropa,” kata Lavrov, berbicara kepada Pemimpin Redaksi RT Margarita Simonyan dan media Rusia lainnya, Sputnik.
Pemerintah Barat secara harfiah telah menahan Ukraina dari langkah konstruktif apa pun menuju penyelesaian damai.
Ia menyebut AS dan sekutunya tidak hanya membanjiri negara dengan senjata, tetapi juga "memaksa" Ukraina untuk menggunakannya dengan lebih berani.
Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin menjelaskan pada hari Selasa bahwa Rusia dan Ukraina dapat mengakhiri konflik mereka pada bulan Maret, jika Kiev tidak menarik diri dari negosiasi.
Dia tidak menjawab secara langsung apakah dia bersedia untuk bertemu dengan mitra Ukrainanya, Vladimir Zelensky, tetapi menyiratkan bahwa pertemuan akan sia-sia, pada tahap ini.
Baca juga: 20 Sekolah di Bolmut Sulawesi Utara Belum Menerima Dana Bos Tahap II, Ini Penjelesan Kadis Dikbud
Baca juga: Habib Rizieq Shihab: Saya Bebas Bukan Karena Partai Politik, tapi Jaminan . .
“Ada negosiasi yang terkenal di Istanbul, ketika kami benar-benar mencapai kesepakatan, satu-satunya yang tersisa untuk dilakukan adalah menandatanganinya,” kata Putin kepada wartawan pada hari Selasa, setelah bertemu dengan presiden Turki dan Iran di Teheran.
“Untuk menciptakan kondisi ini, pasukan kami menarik diri dari Ukraina tengah, dari Kiev, tetapi pihak berwenang Kiev menolak untuk menerapkan perjanjian in,” ujarnya.
Putin menyebut Ukraina tidak memiliki keinginan untuk melakukan pembicaraan.
Meski demikian, Putin berterima kasih kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan atas upayanya untuk menegosiasikan kesepakatan damai di Ukraina, serta Arab Saudi dan Uni Emirat Arab karena menawarkan upaya mediasi.
Pemimpin Rusia ini mengatakan hasil pada akhirnya tergantung “bukan pada mediator, tetapi pada kesediaan pihak-pihak yang terlibat” untuk memenuhi kewajiban mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/menteri-luar-negeri-rusia-sergey-lavrov-berbicara-kepada-wartawan.jpg)