Brigadir J Tewas
Irjen Ferdy Sambo dan Putri, Polisi, Dokter hingga Siber Akan Diperiksa Komnas HAM soal Brigadir J
Komnas HAM bakal periksa Irjen Ferdy Sambo bersama istri hingga polisi, dokter dan siber terkait kematian Brigadir J
TRIBUNMANADO.CO.ID - Setelah bertemu dengan keluarga Brigadir J, Komnas HAM mendapatkan banyak foto dan video.
Terkait hal tersebut Komnas HAM akan memeriksa beberapa orang terkait kasus tewasnya Brigadir J.
Diketahui orang-orang tersebut adalah Irjen Ferdy Sambo bersama Istri, Polisi, Dokter hingga Siber.
Baca juga: BREAKING NEWS, Curah Hujan Tinggi, Wilayah Pinteng Bolsel Sulawesi Utara Terendam Banjir
Baca juga: Baru Terungkap Ada Perusakan Semacam Sayatan di Tubuh Brigadir J, Kuasa Hukum Ungkap Beberapa Bukti
Baca juga: Baru Terungkap Kabar Inka Christie, Lady Rocker Indonesia yang Dinikahi Sandiego Africo
Foto : Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo bersama Istri. (Kolase Tribun Jakarta)
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan memanggil dan memeriksa Irjen Pol Ferdy Sambo terkait peristiwa penembakan yang terjadi di rumah dinas Kadiv Propam itu di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).
Peristiwa penembakan antaranggota polisi itu diketahui menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang merupakan sopir pribadi istri Sambo, Putri Candrawathi.
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menyatakan pihaknya akan memanggil Ferdy Sambo serta istrinya untuk mendapat keterangan soal kasus ini.
"Kami pasti akan panggil teman-teman di pihak yang lain, teman-teman polisi, teman dokter, siber dan sebagainya," kata Anam dalam keterangannya, Minggu (17/7).
"Termasuk juga pihak dari Pak Irjen Pol Sambo, termasuk juga kami berharap bisa bertemu langsung dengan pihak istrinya. Khususnya dalam konteks ini kalau memang dibutuhkan ada pendampingan psikologis macam-macam pasti kami akan setuju dan kami hormati itu," ucapnya.
Sebelumnya Komnas HAM sudah bertemu dengan keluarga Brigadir Yosua di Jambi dan sudah mendapatkan sejumlah informasi.
Anam juga membuka kesempatan untuk masyarakat bila ada yang memiliki informasi lain terkait peristiwa itu, ia mempersilakan untuk langsung datang ke Komnas HAM.
"Sekali lagi Komnas HAM bekerja dan bergerak secara imparsial bekerja dan bergerak secara objektif oleh karenanya kami mau masuk dan mendalami tahapan-tahapan ini berdasarkan fakta," katanya.
"Jika banyak yang menyumbang pikiran dan sebagainya soal analisis dan sebagainya nanti prosesnya. Kami tidak berangkat dari motif, kami berangkat dari jejak-jejak fakta yang ada termasuk nanti kalau dibutuhkan kami akan melibatkan sejumlah ahli," ujar Choirul.
Selain tim dari Komnas HAM, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga sudah membentuk tim khusus untuk mengusut kasus penembakan yang menewaskan anak buahnya itu.